Misi Pencarian 80 Korban Longsor KBB, Basarnas Kerahkan 12 Drone dan Anjing Pelacak K9

oleh -7 Dilihat

JAKARTA – Upaya pencarian puluhan korban yang tertimbun material longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terus digencarkan. Hingga Minggu (25/1/2026) siang, sebanyak 83 warga dilaporkan masih hilang dan diduga tertimbun material lumpur.

Untuk mempercepat proses evakuasi yang terkendala cuaca ekstrem, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini diambil agar intensitas hujan di area terdampak dapat ditekan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh dampak hidrometeorologi, sehingga stabilitas cuaca menjadi faktor kunci dalam operasi penyelamatan.

“Mudah-mudahan cuaca bisa membantu, sudah dilaksanakan operasi modifikasi cuaca oleh BNPB, karena kejadian ini disebabkan oleh dampak hidrometeorologi,” ujar Syafii di Desa Pasirlangu, Minggu (25/1/2026).

Kendala Medan dan Pengerahan 700 Personel

Syafii mengungkapkan, kondisi tanah di lokasi saat ini masih sangat labil dan menyerupai pasir cair. Hal ini menyebabkan alat berat yang sudah disiagakan belum bisa diterjunkan sepenuhnya ke titik pusat pencarian.

Untuk menyiasati hal tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan penuh yang melibatkan total 700 personel.

“Pencarian juga dilakukan melalui unsur udara, ada 12 drone yang kita operasikan. Di darat ada alat berat yang sudah tergelar, memang belum bisa langsung kita masukkan karena kondisi struktur longsor masih seperti bentuk pasir,” tuturnya.

Selain personel manusia dan teknologi drone, petugas juga mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan lumpur yang tebal.

“Informasi yang kita dapat, korban masih lebih dari 80, masih dalam proses pencarian. Hari ini kita juga mengerahkan K9 untuk membantu proses penemuan korban,” tambah Syafii.

Operasi SAR 24 Jam dan Pembentukan 5 Kluster

Di lokasi yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa operasi pencarian akan dilakukan secara nonstop guna memberikan kepastian bagi keluarga korban.

“Kita melakukan operasi SAR 24 jam nonstop, karena sekitar 83 warga yang masih dalam pencarian,” tegas Pratikno saat meninjau Kantor Desa Pasirlangu.

Guna memaksimalkan penanganan pasca bencana, pemerintah telah membentuk lima kluster utama:

  • Kluster SAR (Pencarian dan Penyelamatan)
  • Kluster Kesehatan
  • Kluster Logistik
  • Kluster Perlindungan Sosial
  • Kluster Infrastruktur

Instruksi Wapres Gibran Terkait Relokasi

Lebih lanjut, Pratikno menyebutkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memberikan instruksi khusus terkait penanganan jangka panjang bagi warga terdampak. Selain percepatan evakuasi, Wapres menekankan pentingnya proses relokasi.

“Kami terus berkoordinasi bekerja keras melindungi warga, menyelamatkan warga. Pak Wapres juga telah membahas dengan Pak Wagub dan Pak Bupati. Kami juga berencana melakukan relokasi untuk menghindari dampak susulan, identifikasi lahan segera dilakukan,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berjibaku di lapangan dengan membagi area pencarian berdasarkan titik mahkota longsor yang telah dipetakan melalui pemantauan udara.

 


Mar.