China Eksekusi 11 Orang Terkait Scam yang Beroperasi di Myanmar

oleh -19 Dilihat

JAKARTA – China mengeksekusi mati 11 orang terkait scam atau penipuan online yang beroperasi di Myanmar.

Diketahui, 11 orang tersebut dieksekusi pada Kamis (29/1/2026) setelah dijatuhi hukuman mati pada September 2025 oleh pengadilan di Kota Wenzhou, China.

Hukuman mati tersebut telah disetujui oleh Mahkamah Agung Rakyat di Beijing, China.

Mahkamah Agung Rakyat menyatakan bahwa bukti-bukti kejahatan sejak tahun 2015 yang dilakukan oleh belasan orang itu “meyakinkan dan cukup”.

“Kerabat dekat para terpidana diizinkan untuk bertemu dengan mereka sebelum eksekusi,” bunyi laporan Xinhua, dikutip dari TheGuardian, Kamis (29/1/2026).

Terpidana mati jadi “anggota kunci”

Dikatakan, 11 orang yang dieksekusi mati merupakan “anggota kunci” dalam kegiatan scam di pusat-pusat penipuan online di Myanmar.

Kejahatan yang dilakukan oleh para terpidana mati meliputi pembunuhan berencana, penganiayaan berencana, penahanan ilegal, penipuan, serta pendirian kasino ilegal.

Beberapa orang di antaranya terdapat anggota “kelompok kriminal Keluarga Ming”.

Aktivitas kejahatan yang dilakukan oleh kelompok kriminal itu telah menyebabkan 14 warga negara China dan melukai lainnya.

Dilansir dari BBC, Kamis (29/1/2026), Keluarga Ming merupakan salah satu dari banyak klan yang menguasai Kota Laukkaing, Myanmar dekat perbatasan China.

Laukkaing telah diubah dari sebuah kota terpencil dan miskin menjadi pusat gemerlap kasino serta kawasan hiburan malam.

Kerajaan penipuan keluarga kriminal itu runtuh pada tahun 2023, ketika mereka ditangkap dan diserahkan kepada China oleh milisi yang mengambil alih kendali atas Laukkaing di tengah eskalasi konflik dengan militer Myanmar.

Dengan eksekusi-eksekusi ini, Beijing mengirimkan pesan penjeraan kepada para calon pelaku penipuan online.

Namun, bisnis tersebut kini telah berpindah ke wilayah perbatasan Myanmar dengan Thailand serta ke Kamboja dan Laos, di mana pengaruh China jauh lebih terbatas.

Pusat penipuan online di Asia Tenggara

Pusat-pusat penipuan online yang menargetkan orang-orang di seluruh dunia, telah berkembang di beberapa negara Asia Tenggara seperti Myanmar, Kamboja, dan Laos. Perkembangan pusat-pusat scam tersebut telah berlangsung secara pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ratusan ribu orang telah diperdagangkan untuk menjalankan penipuan online di Myanmar dan wilayah lain di Asia Tenggara.

Ribuan warga China pun ada yang menjadi pelaku scam hingga menyebabkan korban-korban mengalami kerugian mencapai miliaran dollar AS.

Para korban yang terkena penipuan online tersebut, sebagian besar juga merupakan warga China.

Pada April 2025, PPB telah memperingatkan bahwa geng-geng kriminal China dan Asia Tenggara meraup puluhan miliar dollar AS per tahun melalui kegiatan ilegal itu.

Putusan terhadap tersangka lain

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (29/1/2026), Beijing telah meningkatkan kerja sama dengan Thailand dan Myanmar untuk menindak pusat-pusat penipuan online.

Ribuan orang telah dipulangkan ke China untuk menghadapi proses persidangan akibat kelakuan mereka.

Putusan September 2025 yang berujung eksekusi mati terhadap 11 orang, juga menjatuhi hukuman kepada para tersangka lainnya.

Putusan itu mencakup hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun untuk lima orang lainnya.

Sebanyak 23 tersangka lain dijatuhi hukuman penjara, mulai dari lima tahun hingga seumur hidup.


Mar.