KUNINGAN – Ratusan ikan dewa yang dikeramatkan warga di Balong Girang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mati massal.
Kejadian ini jadi perhatian serius karena belum pernah terjadi kematian massal ikan dewa dalam jumlah besar di lokasi tersebut.
Peristiwa kematian massal ikan ini dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data awal, jumlah ikan yang mati sudah melebihi 150 ekor. Angka ini terus bertambah sejak pertama kali ditemukan pada Rabu (28/1/2026) lalu.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, pemerintah daerah sudah turun langsung ke lokasi Balong Girang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengambil tindakan cepat.
“Saya sudah cek, jumlahnya sudah di atas 150 ikan dewa sejak beberapa hari terakhir. Ini persoalan serius karena belum pernah terjadi kematian massal seperti ini,” ucap Dian, dilansir dari Wartawan, Senin (2/2/2026).
Ratusan ikan dewa keramat di Kuningan mati massal
Dian menjelaskan, laporan awal yang diterima Pemerintah Kabupaten Kuningan menunjukkan kematian ikan dimulai dari sekitar 24 ekor. Setelah itu, jumlahnya meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama karena ikan dewa memiliki nilai sakral.
Ikan dewa di Balong Girang bukan hanya daya tarik wisata. Bagi masyarakat Kuningan, ikan ini memiliki makna budaya dan sejarah yang kuat. Keberadaannya dipercaya sebagai bagian dari warisan leluhur yang harus dijaga.
Bupati Dian menegaskan pemerintah daerah akan melakukan penanganan cepat dan terukur. Tujuannya agar kematian ikan keramat tidak semakin meluas dan ekosistem kolam tetap terjaga.
“Langkah cepat harus dilakukan. Jangan sampai jumlah ikan yang mati terus bertambah,” kata dia. Tengah
Penyebab kematian masih diselidiki
Saat ini, penyebab pasti kematian ikan keramat di Cigugur masih dalam proses pendalaman. Pemerintah Kabupaten Kuningan melibatkan perangkat daerah terkait serta tim teknis untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.
Menurut Dian, ada beberapa faktor yang sedang diteliti. Faktor tersebut meliputi kemungkinan penyakit ikan, perubahan suhu air, kondisi kolam, serta asupan nutrisi ikan dewa.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut. Laporan warga dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam mengambil langkah awal penanganan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, menyampaikan hasil pemeriksaan awal tim teknis. Ia mengatakan ada indikasi penyakit pada ikan yang mati.
Beberapa ciri fisik ditemukan pada ikan dewa yang mati. Ciri tersebut, salah satunya mulut ikan berwarna putih.
Tim juga menemukan adanya parasit berupa cacing. Selain itu, perubahan suhu air yang ekstrem diduga turut mempengaruhi kondisi ikan.
“Tim teknis juga merekomendasikan penambahan oksigen di kolam melalui pompanisasi air, sebagai langkah awal pencegahan agar kematian ikan tidak terus berlanjut,” kata Denny.
Langkah penambahan oksigen ini diharapkan bisa menstabilkan kondisi air di Balong Girang. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi secara berkala.

Mar.















































