Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat mewaspadai peredaran obat palsu yang masih marak ditemukan di pasaran. Dari hasil pengawasan dan temuan di lapangan, BPOM mengidentifikasi sedikitnya delapan jenis obat yang paling sering dipalsukan dan beredar secara ilegal.
Obat-obat ini bukan obat sembarangan. Sebagian besar merupakan obat dengan permintaan tinggi, digunakan untuk penyakit tertentu, hingga obat yang memiliki potensi ketergantungan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk memalsukan produk dan menjualnya dengan harga lebih murah atau melalui jalur tidak resmi.
Berikut daftar obat yang paling sering ditemukan palsunya:
- Viagra
- Cialis
- Ventolin inhaler
- Dermovate krim
- Dermovate salep
- Ponstan
- Tramadol hydrochloride
- Hexymer / Trihexyphenidyl hydrochloride
BPOM menegaskan, penggunaan obat palsu sangat berbahaya karena kandungannya tidak dapat dipastikan. Dalam banyak kasus, obat palsu tidak mengandung zat aktif sama sekali, mengandung zat yang salah, atau memiliki dosis tidak tepat.
Akibatnya, pasien bisa mengalami berbagai risiko serius, seperti:
- Keracunan
- Kegagalan pengobatan
- Dosis tidak tepat yang memicu efek samping berat
- Risiko ketergantungan, terutama pada obat seperti tramadol dan trihexyphenidyl
- Resistensi obat
- Bahkan dapat berujung pada kematian
Trihexyphenidyl, misalnya, merupakan obat untuk gangguan gerak seperti Parkinson dan efek samping obat psikiatri. Namun obat ini juga kerap disalahgunakan karena efek sampingnya yang dapat menimbulkan sensasi tertentu, sehingga sering menjadi target pemalsuan dan penyalahgunaan.
BPOM menekankan bahwa salah satu penyebab maraknya obat palsu adalah kebiasaan masyarakat membeli obat dari jalur tidak resmi, terutama melalui penjualan daring tanpa izin.
Untuk mencegah menjadi korban, BPOM mengimbau masyarakat agar:
- Membeli obat hanya di apotek atau toko obat resmi
- Jika membeli secara online, pastikan melalui Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang berizin
- Selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa
- Melakukan pengecekan keaslian produk melalui aplikasi BPOM Mobile
BPOM mengingatkan, harga yang lebih murah bukan jaminan keamanan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam memutus rantai peredaran obat palsu.
“Sadari bahaya obat palsu. Jangan tergiur harga murah, karena risikonya bisa mengancam nyawa,” tegas BPOM dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).

Mar.















































