Truk Angkut 25 Ton Beras Terguling di Jalan Lingkar Salatiga, Sopir Luka

oleh -13 Dilihat

SALATIGA – Truk pengangkut beras seberat 25 ton dengan nomor polisi L 8683 UDD mengalami kecelakaan di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), tepatnya di simpang Gamol, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 05.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, sopir truk mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Truk yang diduga mengalami gangguan fungsi rem itu terguling hingga menutup jalur dari arah Tingkir menuju Blotongan.

Untuk mengantisipasi kemacetan, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan memberlakukan dua arah pada jalur sebelahnya.

Sopir truk, Ahmad Jupri (55), warga Papringan Dukuh Kidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, saat itu melaju dari arah Tingkir.

Diduga, kendaraan mengalami gangguan fungsi pengereman.

Dalam kondisi tersebut, pengemudi membanting setir ke arah kiri hingga menghantam pembatas jalan.

Akibat benturan tersebut, sejumlah pohon dan satu tiang listrik tumbang.

Truk kemudian terguling dan menutup sebagian besar badan jalan.

Usai kecelakaan, sopir dievakuasi oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, karung beras yang berserakan di lokasi kejadian diamankan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga bersama warga sekitar. Seluruh muatan kemudian dibawa ke Kantor BPBD Kota Salatiga.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistiyanta mengatakan, kecelakaan tersebut hanya melibatkan satu unit kendaraan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kecelakaan diduga disebabkan oleh gangguan fungsi pengereman pada kendaraan,” ungkapnya.

“Truk dump melaju dari arah Tingkir menuju Blotongan melalui JLS. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga terjadi gangguan pada sistem rem sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraan dan akhirnya membentur guardrail serta tiang lampu penerangan jalan,” jelas dia.

Henry juga mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, agar selalu melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum kendaraan dioperasikan.

“Gangguan teknis pada kendaraan berat berpotensi menimbulkan kecelakaan. Pemeriksaan rutin menjadi kunci utama keselamatan,” ujarnya.

Mar.