Cunctando Restituit Rem : Menata Jeda Strategis demi Kemenangan Rakyat dan Marwah Makan Bergizi Gratis

oleh -2181 Dilihat

Cunctando Restituit Rem Menata Jeda Strategis demi Kemenangan Rakyat dan Marwah Makan Bergizi Gratis

Santiamer Silalahi

 

Visi yang Tak Terbantahkan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah bukti nyata cinta kasih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto/Gibran Rakabuming Raka  terhadap masa depan anak-anak bangsa. Kita semua sepakat, hanya rakyat yang sehat dan cerdaslah yang mampu membawa Indonesia berdiri tegak sebagai macan dunia, lepas dari bayang-bayang dominasi asing. Ini adalah cita-cita luhur yang menjadi fondasi bagi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto/Gibran Rakabuming Raka yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

 

Realitas Medan Laga : Badai Fiskal dan Geopolitik

Namun, layaknya seorang jenderal yang cerdik di medan perang, kita harus jeli membaca perubahan cuaca. Hingga Mei 2026, kondisi eksternal memberikan tekanan yang luar biasa. Kurs Rupiah telah menembus Rp17.425 per Dolar AS, titik terendah yang menekan daya beli nasional. Pada saat yang sama, harga minyak mentah Brent masih kokoh di atas US$113 per barel, yang secara otomatis membengkakkan beban subsidi dalam APBN. Hingga Maret 2026 saja, defisit anggaran telah mencapai Rp240,1 triliun.

Menjalankan program MBG secara serentak di seluruh penjuru negeri – terutama di wilayah padat penduduk yang rentan terhadap distorsi logistik – di tengah badai fiskal ini berisiko melemahkan stamina ekonomi nasional secara permanen.

 

Pilihan Bijak : Moratorium sebagai Jeda untuk Melompat Lebih Jauh

Kputusn pengambilan langkah Moratorium Strategis (kecuali untuk daerah 3T) bukanlah tanda mundurnya niat, melainkan manifestasi dari prinsip Cunctando restituit rem. Langkah ini justru akan memperlebar jalan pemerintah memenangkan hati rakyat  menuju keberhasilan membangun  fondasi pemerintahan 2029 dalam rangka Indonesia Emas 2045.

  1. Dengan menjeda program di Jawa dan kota-kota besar, pemerintah memiliki waktu untuk membenahi standar keamanan pangan total. Kita harus mencegah amarah rakyat tersulut akibat kasus keracunan makanan yang berulang. Rakyat akan melihat pemerintah dipimpin oleh negarawan ksatria yang berani mengerem demi menjaga nyawa anak-anak mereka.
  2. Mempertahankan MBG hanya di daerah dengan IPM terendah dan angka stunting tertinggi (wilayah 3T) akan mempertegas profil kepala pemerintahan sebagai negarawan sejati. Ini membuktikan bahwa pemerintah tidak mementingkan rakyat di Pulau Jawa semata, melainkan sungguh-sungguh hadir bagi mereka yang paling terlupakan. Narasi “Keadilan dari Pinggiran” ini akan menciptakan loyalitas rakyat yang sangat militan dan organik.
  3. Moratorium ini memberikan ruang napas bagi APBN untuk menstabilkan Rupiah. Jika harga kebutuhan pokok terjaga berkat disiplin fiskal, dukungan rakyat kepada pemerintah akan jauh lebih kokoh dibandingkan pemberian makan yang dibayangi ketidakstabilan ekonomi dan inflasi.

 

Hikmat untuk Masa Depan NKRI

Sejarah mencatat bahwa kepahlawanan tidak selalu berarti menerjang maju tanpa henti, tetapi juga tahu kapan harus menata ulang barisan. Mengambil jeda di wilayah padat demi perbaikan sistem bukanlah sebuah kompromi, melainkan manifestasi hikmat kenegarawanan.

Dengan semangat Cunctando restituit rem, pemerintah sedang memulihkan marwah program ini agar pada tahun 2029, rakyat Indonesia tidak hanya kenyang secara fisik, tetapi juga kenyang akan rasa keadilan dan bangga memiliki pemimpin yang memimpin dengan nalar strategis yang mumpuni.

Santiamer Silalahi, Ketua Umum Jaga Pancasila Zamrud Khatulistiwa (GALARUWA), 2022-2027; Ketua Umum LBH YNA, 2025-2030; Skjen Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara (KERMAHUDATARA), 2016-2021; 2022-2027. Tinggal di Jakarta.