Gajah Abu, Mido, Ajis, dan Noni Bantu BKSDA Aceh Bersihkan Puing Kayu di Pidie Jaya

oleh -664 Dilihat

PIDIE JAYA – Banjir bandang menerjang kawasan pemukiman di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, membawa material kayu dan merusak akses warga.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan empat gajah terlatih untuk membantu proses pembersihan.

4 Gajah Dikerahkan BKSDA Aceh untuk Bantu Bersihkan Puing Banjir di Pidie Jaya

Empat Gajah Jinak Bantu Bersihkan Pemukiman

Dilansir dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah jinak untuk membersihkan puing kayu di pemukiman penduduk Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang sebelumnya dibawa banjir bandang.

Empat gajah tersebut bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni. Para mahot (pawang) mengarahkan mereka membersihkan puing-puing kayu di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

“Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG (Pusat Latihan Gajah) Share,” kata Kepala KSDA Wilayah Sigli, Aceh, Hadi Sofyan, di Pidie Jaya, Senin (8/12/2025).

Dirinya menjelaskan, empat ekor gajah jinak tersebut melakukan pembersihan puing kayu atau lainnya pasca bencana, dengan sasaran lokasi yang tidak bisa dilewati alat berat.

“Kita target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya,” ujarnya.

Gajah dan Mahot Bantu Buka Akses ke Rumah Warga

Menurut Hadi, gajah-gajah ini membantu membersihkan material yang tersangkut di rumah-rumah penduduk serta membuka akses menuju rumah warga yang tertimbun bekas banjir.

Selain itu, gajah juga dapat membantu evakuasi apapun yang ditemukan di lokasi, termasuk korban yang belum ditemukan, serta pengantaran logistik bagi warga terdampak banjir di Pidie Jaya.

“Untuk durasi, kami akan bertugas selama tujuh hari di sini, terakhir 14 Desember 2025,” katanya.

Gajah Sudah Berpengalaman Tangani Bencana

Ia menjelaskan, gajah jinak yang dikerahkan ini sudah memiliki pengalaman panjang membantu penanganan bencana.

Keempatnya pernah terlibat saat pembersihan material pada bencana tsunami Aceh 2004.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,” ujarnya.

Fokus di Pidie Jaya Lebih Dulu

Hadi menambahkan, untuk sementara fokus penanganan bencana dilakukan di Pidie Jaya karena akses ke daerah lain masih belum bisa ditembus.

“Sejauh ini belum ke daerah lainnya, karena masih perlu survei dan akses ke kabupaten lain belum bisa dijangkau. Ke depan, jika diperlukan, kami siap membantu,” jelasnya.


Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet