“Momentum Emas Sikkam, Sipitudai, Sarimrihit, dan Habeahan Naburahan Menuju Desa Sejahtera Berbasis Pertanian Berkelanjutan”
SAMOSIR – Gagasan besar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas RI, Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo untuk menjadikan empat desa di Kenegerian Limbong sebagai Pusat Agrowisata Terintegrasi mendapat dukungan penuh dari wakil rakyat.
Anggota DPRD Kabupaten Samosir, Pantas Limbong, yang juga merupakan putra asli Kenegerian Limbong, Minggu 4 Oktober 2026 kepada SinarNews.TV menyatakan, dukungan 100 persen atas gagasan tersebut. Gagasan itu dicetuskan dalam dialog interaktif yang dipandu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Tumiur Gultom, Sabtu (03/10/2026).
Menurut Pantas Limbong, apa yang digagas Deputi Bappenas RI bukanlah gagasan baru dari atas, melainkan mimpi lama masyarakat Kenegerian Limbong yang terdiri dari 4 desa – Desa Sikkam, Desa Sipitudai, Desa Sarimrihit, dan Desa Habeahan Naburahan – yang selama ini terpendam.
“Saya sebagai Anggota DPRD Samosir dan sebagai warga asli Kenegerian Limbong, sangat mendukung dan berterima kasih atas gagasan Deputi Bappenas RI. Kenegerian Limbong ini adalah identitas adat kami yang dulu sempat hilang. Kini dengan adanya Irigasi Perpompaan Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI T.A 2026 yang dilaksanakan UPKK Poktan Dalito dengan pagu Rp 153.000.000 bersumber APBN di Desa Sipitudai, sudah saatnya Kenegerian Limbong yang terdiri dari 4 desa ini kita hidupkan kembali menjadi kawasan Agrowisata Terintegrasi,” ujar Pantas Limbong.
Dari Tadah Hujan Menuju Agrowisata
Pantas Limbong menegaskan, Irigasi Perpompaan Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI T.A 2026 yang dilaksanakan UPKK Poktan Dalito dengan pagu Rp 153.000.000 bersumber APBN di Desa Sipitudai adalah kunci utama untuk membangkitkan perekonomian empat desa tersebut.
“Selama ini sawah kami di Sipitudai sebagian besar tadah hujan. Dengan adanya irigasi perpompaan ini, hasil panen akan meningkat. Karena itu kami berharap untuk dibangun sesuai kebutuhan. Jika air sudah ada, maka langkah selanjutnya adalah menjadikan sawah kami yang viral ini sebagai agrowisata. Wisatawan datang bukan hanya melihat sawah, tapi belajar tentang irigasi, belajar bertani organik, dan menginap di homestay adat kami,” jelas Pantas.
Sebagai anggota DPRD, Pantas Limbong berkomitmen akan mengawal gagasan besar ini di parlemen agar tidak hanya menjadi wacana.
Harapan Kepada Bappenas dan Bupati Samosir
Dalam kesempatan itu, Pantas Limbong menitipkan dua harapan besar dari masyarakat Kenegerian Limbong:
1. Kepada Deputi Bappenas RI: “Kami mohon Bappenas menetapkan Kenegerian Limbong 4 desa ini sebagai Proyek Percontohan Agrowisata Rendah Karbon Nasional. Jangan hanya membangun pompanya, tapi bantu kami membangun ekosistem wisatanya. Kami siap menjadi model untuk Indonesia.”
2. Kepada Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom: “Terima kasih atas kepercayaan dan kerja keras Bapak Bupati yang telah membawa Bappenas dan Pemerintah Inggris ke Kenegerian Limbong. Saya di DPRD siap mendukung penuh melalui penganggaran untuk jalan penghubung 4 desa, pelatihan pemuda dan BUMDes bersama Kenegerian Limbong.”
Pantas Limbong menambahkan, jika Kenegerian Limbong terwujud sebagai kawasan agrowisata terintegrasi, maka itu akan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di Samosir tidak hanya terpusat di kota, tetapi menyentuh hingga desa-desa penyangga pangan.
“Ini adalah percepatan pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat desa yang paling nyata. Dari Sikkam Viral, kita buat Kenegerian Limbong Sejahtera. Dari Kenegerian Limbong, untuk Samosir dan untuk Indonesia,” tutup Pantas Limbong.




















































