Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa pembangunan giant sea wall di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.
Menurut AHY, proyek tanggul laut raksasa tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan air laut yang terus terjadi.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur perlindungan harus dirancang secara kuat dan berkelanjutan untuk menghadapi tekanan lingkungan yang semakin kompleks.
“Di sinilah, perlunya dukungan infrastruktur yang kokoh, yang adaptif, yang resilient, dan berkelanjutan. Saya rasa kepentingan kita sama di sini, termasuk kalau saya berbicara dengan para kepala daerah, semua mengharapkan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik ke depan,” ujarnya dalam acara Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura, Senin (4/5/2026).
AHY mengingatkan, tanpa langkah konkret seperti pembangunan giant sea wall, kondisi di Pantura akan terus memburuk dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Karena setiap tahun akan terjadi pemburukan tanpa intervensi apapun dari pemerintah, dari negara. Jadi saya rasa kita semua sepakat melihat Jawa yang begitu kompleks dan penuh dengan potensi, tapi juga rentan jika tidak dilakukan langkah-langkah yang taktis,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang harus segera direalisasikan.
“Pembangunan giant sea wall adalah program kerja prioritas nasional yang tidak dapat ditunda lagi ini menjadi arahan Bapak Presiden kita. Oleh karena itu, tentunya harapan kita semua, kita bisa mengawal ini semua dengan baik, karena ini adalah program yang sangat strategis dan juga prioritas,” tuturnya.
Ia menjelaskan, jika tidak segera dilakukan, ancaman terhadap kawasan pesisir tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, merusak infrastruktur vital, hingga meningkatkan risiko korban jiwa di wilayah yang rentan.
AHY juga menekankan bahwa proyek giant sea wall bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan bagian dari strategi besar yang terintegrasi dengan penguatan konektivitas, perlindungan kawasan industri dan pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Karena itu, ia mendorong percepatan pelaksanaan dengan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga keterlibatan investor, agar dampak buruk yang lebih besar dapat dicegah sejak dini.





















































