Banjir Bandang Melanda Wilayah IKN Penajam Paser Utara

oleh -611 Dilihat

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur – Senin, 24 Juni 2024, Fusilatnews.- Banjir bandang melanda wilayah IKN Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur pada Senin, 24 Juni 2024. Akibat banjir tersebut, puluhan rumah warga serta ruas jalan di Kelurahan Sepago, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara terendam air.

Menurut data yang terkumpul, sebanyak 80 rumah di Kampung Sepago, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara tergenang banjir. Arman, seorang warga setempat, menyatakan bahwa banjir di area kawasan IKN semakin parah karena hujan deras mengguyur kawasan hulu Sungai Sepaku pada Senin pagi hingga siang hari.

“Ketinggian air banjir di Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur terus bertambah. Luapan air sungai Sepaku itu terus naik dan mulai menutup Jalan Utama Kampung Tua Kelurahan Sepaku,” kata Arman. Jalan tersebut adalah jalan utama antar desa sekaligus akses ke perusahaan PT IC Hutan di Manunggal.

Banjir yang mulai menutup jalan utama tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Sebagian karyawan PT Biji Hutan Emanunggal memutuskan untuk tidak masuk kerja karena khawatir tidak bisa pulang jika permukaan air banjir di Sepaku semakin tinggi.

Sepaku adalah salah satu kelurahan yang berada di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara yang kini sedang dalam proses pembangunan. Banjir di Sepaku ini adalah yang terparah dalam 10 tahun terakhir. Biasanya, walau deras di kawasan hulu, air tidak langsung naik ke permukiman warga. Namun kali ini berbeda setelah adanya bangunan intake Sepaku.

Arman menduga pembangunan intake Sepaku di sebelah permukiman warga RT 03, yang kini menutup Sungai Sepaku dan sudah terbangun tembok semen melebihi Jalan Utama Kampung, memperparah banjir ini. “Sungai ditutup jadi airnya naik,” kata Arman.

Selain rumah, banjir sekitar 2 meter dari bibir sungai di wilayah ini turut menggenangi area perkampungan dan persawahan warga. Banjir di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara ini juga mulai menggenangi jalan utama. Situasi ini membuat sebagian warga melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kepolisian setempat masih melakukan pemantauan di lokasi banjir.

Mengenai dampak proyek intake Sepaku, Arman mengklaim warga sudah memberi peringatan soal dampak banjir, tetapi pihak terkait membantah bahwa banjir akan terjadi dalam 35 tahun ke depan.

Intake Sungai Sepaku berbeda dengan pemasok air lainnya bagi IKN Nusantara. Pengambilan air dilakukan dengan dasar sungai ditinggikan, kemudian air dialirkan menuju rumah pompa. Sebelum air masuk ke rumah pompa, juga akan dibersihkan terlebih dahulu dari lumpur, kemudian dialirkan ke instalasi pengolahan air, dan akhirnya disalurkan melalui jaringan pipa menuju IKN Nusantara.

Wartawan berupaya mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Satgas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur, namun ia belum menjawab pertanyaan yang wartawan kirim.
Sumber :

Edit Mar.