Setelah Terjang Taiwan, Topan Gaemi Sambangi China, 290.000 Warga Dievakuasi

oleh -552 Dilihat

BEIJING – Pihak berwenang China mengevakuasi hampir 300.000 orang dan menangguhkan transportasi umum di wilayah timur akibat Topan Gaemi menerjang pada Jumat (26/7/2024).

Sebelumnya, Topan Gaemi menghantam Taiwan dan menewaskan lima orang di sana.

Topan Gaemi bahkan menjadi topan terkuat yang menghantam Taiwan dalam delapan tahun terakhir, membanjiri beberapa bagian dari kota terbesar kedua di pulau tersebut.

Topan ini juga memperburuk hujan musiman di Filipina dalam perjalanannya menuju Taiwan, memicu banjir dan tanah longsor yang menewaskan 20 orang.

Sebuah kapal tanker yang mengangkut 1,4 juta liter minyak tenggelam di lepas pantai Manila pada Kamis (25/7/2024), dan pihak berwenang berlomba untuk mengatasi tumpahan bahan bakar.

China sendiri sedang mengalami musim panas dengan cuaca ekstrim, dengan hujan lebat di bagian timur dan selatan, sementara sebagian besar wilayah utara dilanda gelombang panas.

Negara ini merupakan penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia yang menurut para ilmuwan mendorong perubahan iklim dan membuat cuaca ekstrem menjadi lebih sering dan intens.

Pihak berwenang China memperingatkan Topan Gaemi membawa hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir.

Mereka telah merelokasi lebih dari 290.000 orang di Fujian dan menutup transportasi umum, kantor, sekolah, dan pasar di beberapa kota.

Di provinsi tetangga, Zhejiang, rekaman yang ditayangkan oleh stasiun televisi pemerintah CCTV pada Jumat menunjukkan jalan-jalan berubah menjadi sungai, pohon-pohon berserakan di jalan dan sepeda motor berjuang melewati air setinggi lutut.

“Kota Wenzhou di provinsi tersebut -yang berpenduduk 9 juta jiwa- telah mengeluarkan peringatan tertinggi untuk hujan badai dan mengungsikan hampir 7.000 orang,” lapor CCTV.

Topan ini juga disebut akan membawa hujan lebat ke Jiangxi dan Henan bagian tengah.

Guangdong, provinsi terpadat di China, pada Jumat menangguhkan beberapa layanan kereta api penumpang menjelang kedatangan topan, kata CCTV.

Mengutip Jaringan Cuaca China, lembaga penyiaran tersebut mengatakan, topan itu bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam.

Topan ini dikatakan akan berangsur-angsur melemah saat menuju Jiangxi pada Jumat sore.

Belum ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan di China.

Bagian utara negara itu minggu ini juga dilanda hujan, dengan media pemerintah mengatakan pada Jumat, hujan lebat telah menewaskan satu orang dan menyebabkan tiga orang hilang di provinsi barat laut Gansu.

Pada pertemuan pimpinan tertinggi negara yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping pada Kamis, para pejabat mendesak pihak berwenang setempat untuk tetap “sangat waspada dan proaktif” saat negara tersebut memasuki puncak musim banjir.

Mar.