Rupiah Tekuk Dollar AS sejak Awal Tahun, Bos BI: Lebih Baik dari Won Korea hingga Rupee India

oleh -584 Dilihat

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bergerak kian menguat hingga pertengahan September 2024. Bahkan jika dilihat secara tahun kalender (year to date/ytd), nilai tukar rupiah telah terapresiasi.

Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah pada 17 September berada di level Rp 15.330 per dollar AS. Nilai ini menguat 0,40 persen dari posisi awal tahun 2024.

“(Penguatan rupiah) lebih baik dibandingkan dengan dinamika mata uang regional seperti rupee India dan won Korea yang masing-masing masih mengalami depresiasi sebesar 0,66 persen dan 3,41 persen,” tutur Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Perry menjelaskan, apresiasi rupiah selaras dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang semakin mereda, utamanya terkait arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Dengan laju inflasi Negeri Paman Sam yang kian melandai, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menjadi lebih cepat dan besar.

Bahkan berdasarkan “bacaan” BI, The Fed diprediksi memangkas suku bunga acuannya sebanyak 3 kali di sisa tahun 2024. Pemangkasan ini diyakini mulai dilakukan pada pertemuan September, yang bakal dilaksanakan pada Rabu (18/9/2024) waktu setempat.

“Perkiraan kami dengan data terbaru, asesmen terbaru, kemungkinan-kemungkinan turunnya adalah September, November, dan Desember tahun ini, masing-masing 25 basis points,” tuturnya.

Dengan kejelasan arah suku bunga The Fed, tingkat imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS dengan tenor jangka pendek menyusut. Investor pun mengalihkan dananya dari pasar keuangan AS ke pasar keuangan negara berkembang.

“Berbagai perkembangan ini mendorong semakin meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan meningkatkan aliran masuk modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar dia.

BI mencatat, pada kuartal III-2024 (hingga 13 September 2024), aliran modal asing masuk ke pasar keuangan Indonesia mencapai 10,1 miliar dollar AS. Perry menyebutkan, modal asing masuk ke seluruh instrumen pasar keuangan, yakni surat berharga negara (SBN), sekuritas rupiah BI (SRBI), hingga saham.

“Nilai tukar rupiah menguat didukung oleh konsistensi bauran kebijakan moneter Bank Indonesia serta meningkatnya aliran masuk modal asing,” tutur Perry.

Ke depan, Perry meyakini, rupiah terus menguat sejalan dengan menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian.

“Ke depan, seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk modal asing dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah,” ucapnya.

Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet