“Dengan Payung Hukum Perda No 3/2026, Tiga Proyek Ikonik Ditawarkan ke Investor untuk Wujudkan Samosir Destinasi Kelas Dunia’
SIMANINDO — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Samosir Pilippi Simarmata, S.Si., M.Si mengungkapkan harapan besar investasi di Kabupaten Samosir pasca ditetapkannya Perda No 3 Tahun 2026 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.
Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Investasi Strategis bertema “Memperkuat Sinergi Investasi dan Ekonomi Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan” di Labersa Hotel & Convention Center, Simanindo, Kamis (15/10/2026).
Menurut Pilippi, dengan adanya payung hukum Perda No 3 Tahun 2026 yang memberikan insentif berupa pengurangan pajak daerah, retribusi, bantuan modal UMKM serta kemudahan perizinan cepat melalui PTSP, Samosir kini sangat siap menyambut investor skala besar.
Ada tiga harapan investasi prioritas yang ditawarkan kepada para investor yang hadir dari Kemenpar, BKPM, BPODT, Bank Indonesia dan KADIN:
1. Cable Car (Kereta Gantung) dari Toga Raja ke Sigulatti
Proyek ikonik yang akan menghubungkan daratan Samosir dengan pemandangan spektakuler Danau Toba. Diharapkan menjadi daya tarik wisata dunia, sekaligus membuka akses wisata yang cepat dan ramah lingkungan.
2. Lapangan Golf Internasional di Aek Natonang
Memanfaatkan kontur alam Aek Natonang yang eksotis dan sejuk di dataran tinggi Samosir. Lapangan golf ini ditargetkan menarik wisatawan premium dan menjadi venue event golf internasional, sejalan dengan status Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
3. Resort Mewah di Kecamatan Simanindo dan Onan Runggu
Pengembangan resort bintang lima di dua kecamatan yang memiliki garis pantai dan panorama Danau Toba terbaik. Simanindo dan Onan Runggu dinilai sangat potensial untuk resort eksklusif yang berkonsep eco-tourism dan budaya Batak.
4. Kawasan Pertanian Terpadu Kabupaten Samosir di Tele
Pengembangan kawasan pertanian modern berbasis hortikultura, peternakan dan agrowisata di Kawasan Tele yang memiliki lahan subur dan iklim sejuk. Kawasan ini dirancang sebagai lumbung pangan unggulan, pusat pengolahan hasil pertanian dan destinasi agrowisata edukatif yang terintegrasi dengan pariwisata Danau Toba.
“Perda No 3 Tahun 2026 ini adalah kunci. Kami tidak hanya memberi kemudahan, tapi kami tawarkan peluang emas. Cable car, golf course, dan resort mewah ini adalah mimpi besar Samosir untuk naik kelas menjadi destinasi dunia. Kami tunggu investor yang berani wujudkan bersama,” tegas Pilippi.
Turut Hadir Pejabat Strategis Tingkat Pusat, Provinsi dan Daerah
Forum bergengsi ini dihadiri oleh para tokoh penting, antara lain:
– Asisten Deputi Manajemen Investasi Kementerian Pariwisata, Bapak Ari Prasetyo;
– Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal yang diwakili Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, Bapak Haryo Yudho Sedewo, S.IP., MBA;
– Kepala BPODT yang diwakili Direktur Destinasi Pariwisata BPODT, Bapak Mosanda Tampubolon;
– Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Hasudungan P. Siburian;
– Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Sekretaris, Bapak Bisman Ritonga;
– Kepala Bapperida Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Fungsional Perencana Ahli Muda Bapperida Provsu, Bapak Ronny Iswandi, SE., M.Si;
– Ketua KADIN yang diwakili Ketua KADIN Tapanuli Utara, Ibu Maya Maria Situmorang;
– Kepala Kejaksaan Kabupaten Samosir yang diwakili Kasi Datun Kejari Samosir, Ibu Maulita Sari, SH., MH;
– Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Samosir yang diwakili Kasat Reskrim Polres Samosir, Bapak Iptu Antonyus Hutahaean, SH., MH;
– Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Samosir, Bapak Hotraja Sitanggang, ST., MM;
– Para Asisten, Staf Ahli, dan Pimpinan OPD se-Kabupaten Samosir.
Kehadiran lintas kementerian dan lembaga ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mendukung Samosir sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Forum ini diharapkan menghasilkan roadmap investasi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan ekonomi lokal melalui UMKM dan kelompok sadar wisata.





















































