Horas, mejuahjuah, njuahjuah!
Salam Pancasila!
Puji syukur kepada TUHAN Allah Yang Esa Maha Kasih atas anugerah dan penyertaan-Nya sehingga diskusi BATAK CENTER “Legacy & Keteladanan Para Pahlawan pada Konteks Masa Kini” dapat terlaksana dengan baik dan sukses pada
hari Selasa/ 29 Nov 2022, pukul 13.00-17.00 WIB (setelah jamuan kasih makan siang bersama) di Kantor BATAK CENTER, Jl. Tanah Abang II/41, Jakarta Pusat.
*Pengantar Umum:*
Ketum BATAK CENTER, Sintong M. Tampubolon.
*Pemandu:*
Sekjen BATAK CENTER, Jerry R. Sirait.
*Pemantik:*
1) Arif Nahari, Direktur Pemberdayaan Sosial, Kemsos RI;
2) Bambang Sulistomo (putera Bung Tomo, tokoh sentral dalam peristiwa Surabaya, 10 Nov 1945);
3) Jhon Rivel Purba (Peneliti Muda di Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, BRIN).
*Host:*
Wasekjen BATAK CENTER, Freddy Pandiangan.
*Co-host:*
Sahabat BATAK CENTER, Asido Marbun.
*Peserta:*
On Site 33 orang dan sejumlah peserta online di dalam dan luar negeri.
A. JAMUAN KASIH MAKAN SIANG BERSAMA
Jamuan kasih makan siang bersama diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pnt. Jaya Tahoma Sirait, salah seorang Pendiri dan Pengurus BATAK CENTER.
B. PEMBUKAAN
1. *Sekapur Sirih* Mendahului acara, Host/Wasekjen BATAK CENTER menyampaikan sekapur sirih sekaligus menjelaskan latar belakang dan tujuan diskusi. Lalu menyerahkan jalannya diskusi kepada Pemandu.
2. Hening-cipta
Hening-cipta dipimpin oleh Pemandu untuk “mengenang perjuangan para pahlawan yang merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, baik pahlawan yang dikenal mau pun pahlawan yang tidak dikenal, seraya berdoa kepada TUHAN Allah Yang Esa Maha Kasih, agar kita dapat melanjutkan perjuangan mereka”.
3. Pengantar Umum
Ketum BATAK CENTER menyampaikan pengantar umum serta mengapresiasi kehadiran para pemantik dan peserta yang hadir secara on site dan online seraya berharap kiranya diskusi ini dapat dijadikan sebagai studi pengembangan wawasan serta memberikan dampak positif bukan saja bagi BATAK CENTER dan masyarakat Batak tetapi juga bagi generasi muda bangsa ini dalam kaitan dengan legacy & keteladanan para pahlawan.
4. Perkenalan Para Pemantik
Host memperkenalkan para pemantik dengan membaca CV singkatnya satu persatu.
C. DISKUSI
1. Pengantar Diskusi
Sebelum kesempatan diberikan kepada para pemantik untuk menyampaikan pengantar diskusi, Pemandu menjelaskan pengertian dan “kasunyatan” dari topik bahasan diskusi.
Refleksi BATAK CENTER telah dirilis tepat pada tgl 10 Nov 2022. Kali ini adalah “seremoni” mengenai Hari Pahlawan Nasional dalam bentuk diskusi.
Ada 3(tiga) kata kunci yg menjadi fokus perhatian kita dalam diskusi ini, yakni: 1) legacy (warisan) para pahlawan, 2) keteladanan para pahlawan, dan 3) implementasi legacy dan keteladanan para pahlawan pada konteks kekinian dan masa yad.
Peserta diskusi berkesempatan mengambil bagian dalam diskusi ini. Untuk itu peserta diskusi pada waktunya nanti berkesempatan menyampaikan pertanyaan kepada pemantik dan juga pernyataan dan pengayaan diskusi ini.
Selanjutnya para pemantik menyampaikan pengantar diskusi.
1) Pak Bambang menyampaikan a.l. para pahlawan telah menunjukkan nilai-nilai karakter, kejuangan, integritas dan pengorbanannya yg nyata bagi bangsa dan negara. Pak Bambang juga mengakui dan menaruh rasa hormat kepada orang Batak sebagai suku pejuang di republik ini. Juga rasa hormat kepada para pejuang dan pahlawan dari Suku Batak yang hadir di berbagai wilayah Indonesia dan terus berkontribusi bagi Indonesia.
Ayah Pak Bambang, yakni Bung Tomo memesankan bahwa “tanpa perjuangan ribuan rakyat Surabaya yang mengorbankan nyawanya, tidak arti 10 Nov 1945.
Pak Bambang menegaskan bahwa legacy para pahlawan sudah sangat jelas dalam pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945. Amat terpenting dalam pembukaan itu adalah keadilan sosial dan persatuan Indonesia yang mesti ditegakkan/diwujudkan dalam republik ini sampai kapan pun, siapa pun presiden. Pak Bambang juga mengapresiasi BATAK CENTER atas atensinya yang tinggi pada para pahlawan sekali menunjukkan respon terhadap pesan Bung Karno: Jasmerah = jangan melupakan sejarah!
2) Pak Arif Nahari menyampaikan a.l. pemerintah senantiasa terbuka terhadap usulan dari daerah terhadap calon pahlawan yang diusulkan dengan mengikuti mekanisme sesuai aturan dan peraturan yang ada. Pahlawan Nasional dari suku Batak ada sebanyak 14 orang dari 200 orang pahlawan nasional saat ini. Bahkan ada usulan dari masyarakat di luar Sumatera Utara yang mengajukan pahlawan dari daerah lain tapi Pahlawan Nasional tsb berasal dari suku Batak. Hal ini menunjukkan bahwa tokoh Batak tersebut sangat dihormati dan masyarakat setempat merasakan manfaat dari kehadiran tokoh Batak tersebut. Pak Arif juga berharap agar BATAK CENTER dapat menjadi wadah memperjuangkan para tokoh dan pahlawan dari suku Batak dan akan membantu Kemsos dalam mengakomodir aspirasi dan usulan masyarakat Batak. BATAK CENTER diharapkan turut mengambil bagian secara aktif dalam program restorasi terhadap kepahlawanan bangsa yg dilaksanakan oleh Pemerintah.
3) Pak John Rivel Purba menyampaikan a.l.
berbagai hal terkait pentingnya pembelajaran sejarah bagi generasi muda. Pak John juga menjelaskan munculnya degradasi nilai-nilai kepahlawanan disebabkan berbagai persoalan masa kini yaitu korupsi, narkoba, kemiskinan, kekerasan dan lain-lain. Namun Pak Jhon masih optimis bahwa generasi muda menjadi harapan bangsa dengan upaya yang sungguh-sungguh dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dengan berbagai cara, metode dan peran serta semua pihak.
2. Diskusi Umum
Selanjutnya pemandu memberikan kesempatan kepada para peserta (on site dan online) untuk mengambil bagian dalam diskusi.
Percakapan dalam diskusi dapat dibulatkan a.l.
1) Masih banyak tokoh-tokoh Batak yang berperan serta dalam mendirikan Republik Indonesia dan nama mereka belum dikenal luas. Banyak sekali pahlawan yang sungguh-sungguh dihormati masyarakat tetapi belum memperoleh pengakuan Pahlawan Nasional dari Negara. Maka amatlah perlu menggali, menuliskan dan mensosialisasikan nama dan nilai kejuangannya bagi masyarakat luas khususnya bagi generasi muda.
2) Perlu upaya-upaya kreatif dan inovatif dalam memperkenalkan para pahlawan dari suku Batak di tempat-tempat umum sehingga masyarakat umum tahu tentang pahlawan tersebut.
3) Perlu diskusi lebih lanjut tentang UU No 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan agar upaya pengusulan tokoh pahlawan dapat lebih aspiratif. Juga pemerintah harus proaktif dalam menggali, menemukan dan mengangkat para pejuang dan pahlawan bangsa karena ternyata sering terjadi masyarakat pengusul memiliki keterbatasan. Bahkan peserta mengusulkan agar definisi pahlawan/ Pahlawan Nasional perlu dikaji agar pemaknaannya dirumuskan secara baru sesuai perkembangan peradaban.
4) Dipandang perlu mengadakan pertemuan dan diskusi lanjutan agar upaya memperkenalkan para Pahlawan Nasional dari suku Batak yang sudah diakui negara lebih dikenal, juga mensosialisasikan sebegitu banyak pahlawan yang belum dikenal secara umum.
5) Ada Pahlawan Nasional yang memiliki kisah hidupnya yang merugikan suku lain bahkan menjadi luka sejarah bagi suku lain itu karena tindakannya yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan. Untuk itu, pemerintah perlu mendengar dan memperhatikan aspirasi tersebut karena disinyalir penetapannya “cacat sejarah” dan sangat kuat muatan politisnya.
6) Legacy para pahlawan pada masa kini adalah NKRI yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan semangat Sumpah Pemuda 28 Okt 1928, mesti dirawat dan dijaga terus.
7) Keteladanan para pahlawan a.l. karakter, kejujuran, pengorbanan tanpa pamrih, patriotisme/ cinta tanah air, berjuang tanpa memandang SARA kiranya tetap terpatri bagi generasi muda dalam melanjutkan estafet perjuangan untuk Indonesia merdeka, yang adil, makmur dan kuat.
8) Sudah waktunya bagi Pemerintah dengan melibatkan warga masyarakat umum lainnya untuk mengadakan pemutakhiran data historis bangsa ini yang menurut salah seorang peserta ada begitu banyak yang tidak sesuai fakta sebenarnya.
9) Pemerintah dan masyarakat Indonesia sudah mesti lebih peduli mengenai penting dan urgensinya generasi muda & milenial memahami sungguh-sungguh legacy & keteladanan para pahlawan, termasuk mengenai filosofi yang mendorong para pahlawan mengambil bagian secara aktif dan total dalam merebut, memperjuangan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan RI. Pada gilirannya, generasi muda & milenial berketetapan hati untuk mengimplementasikannya pada tataran praxis di lapangan / kehidupan-bersama.
10) Ada peserta yang berpendapat bahwa rakyat yang memperjuangkan lingkungan hidup serta mempertahankan tanah dan air di beberapa daerah mestinya dihargai sebagai pahlawan, tidak justru diperlakukan sebaliknya sebagaimana yang marak terjadi akhir-akhir ini, di Sumatera Utara dan daerah-daerah lainnya.
3. Gagasan Tindak-lanjut
Beberapa tindak lanjut yang perlu digagas a.l.
1) BATAK CENTER dapat mengakomodir berbagai usulan tokoh-tokoh pahlawan dari suku Batak dan menjadi “simpul” dari berbagai puak-puak Batak dalam pengusulan Pahlawan Nasional kepada Pemerintah.
2) Melakukan dialog dengan pemerintah daerah di Sumatera Utara agar memprogramkan pengenalan para pahlawan nasional dari Sumatera Utara (14 orang) dalam berbagai cara khususnya nilai-nilai karakter dan keteladanan para pahlawan tersebut melalui pendidikan, gambar atau sosialisasi dengan media digital dan lain-lain.
3) Menerbitkan buku tentang nilai-nilai kepahlawanan dari para tokoh Batak dan pahlawan nasional dari Suku Batak
D. PENUTUP
1. Pengakhiran Pemandu
Pemandu mengakhiri diskusi dengan permohonan maaf bilamana ada kekurangan dan keterbatasan Pemandu.
2. Penutup
Ketum BATAK CENTER menutup acara dengan menyampaikan terimakasih kepada para pemantik, peserta diskusi, dan tim yg melaksanakan diskusi.
3. Penyerahan Kenang-kenangan Kepada Para Pemantik
Ketum BATAK CENTER menyerahkan kenang-kenangan berupa plakat kepada para pemantik.
Atas nama Keluarga BATAK CENTER, Ketum dan Sekjen BATAK CENTER bersama Amang C.F. Sidjabat, salah seorang pendiri dan intelectual think tank BATAK CENTER “mangulosi Pak Bambang Sulistomo”. Bung Tomo adalah toko sentral yang fenomenal dan legendaris pada peristiwa 10 Nov 1945 yg kemuduan dijadikan Pemerintah sebagai Hari Pahlawan Nasional.
Ulos yang diberikan adalah “ulos gobar” khas dari komunitas Silahi Sabungan. Oleh sebab itu, Amang Sidjabat menerangkan secara singkat filosofi yg tersirat dalam ulos tsb.
4. Saat Teduh
Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
5. Menyanyikan Bersama “O Tano Batak”
E. RAMAH TAMAH
Jakarta, 30 Nov 2022
Penambat Diskusi,
Wasekjen, Freddy Pandiangan




















































