,

Jembatan Tano Ponggol Dahulu Dan Sekarang

oleh -1178 Dilihat
oleh

Pangururan – Jembatan Tano Ponggol adalah penghubung antara daratan Sumatera dengan Pulau Samosir.
Jembatan ini dibangun pada sekitar tahun 1907 oleh pemerintah Kolonial Belanda yang menjadi ikon Pulau Samosir.
Kanal ini selesai dibangun dan diresmikan pada tahun 1913 oleh Ratu Wilhelmina dan bahkan sempat dijuluki Terusan Wilhelmina.
Tanah yang dikeruk bertujuan agar air Danau Toba yang berasal dari pesisir Silalahi dapat melewati Pangururan dan sebaliknya, sehingga kapal-kapal dapat mengelilingi danau Toba.
Air danau yang mengalir melalui kanal Tano Ponggol disebut sebagai Aek Tano Ponggol, sedangkan jembatan yang dibangun di atas kanal untuk memudahkan transportasi darat dari pulau Sumatra ke pulau Samosir disebut Jembatan Tano Ponggol .
Dari berbagai sumber yang dihimpun, Perang pecah di Tanah Batak sekitar tahun 1807 – 1907 dengan Belanda. Selama 29 tahun perang terjadi di negeri Toba. Perlawanan ini dipimpin oleh Sisingamangaraja XII. Seorang Raja Termasyhur suku Batak.


Masuk ke abad ke-19, proyek pengerjaan Tano Ponggol dimulai. Belanda melancarkan sistem kerja paksa untuk menaklukkan tanah Batak. Meskipun di beberapa lokasi lain masih terjadi perlawanan.


Belanda memisahkan daratan Sumatera dengan Samosir yang kini bernama Kabupaten Samosir. Untuk kenangan bahwa Terusan sepanjang.1,5 kilometer itu digali dari keringat orang Batak. Ternyata kebijakan pembuatan Tano Ponggol punya dampak yang besar.
Jembatan ini merupakan satu-satunya akses darat untuk menuju Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba selain angkutan air.
Dalam perjalanan berikutnya Tano Ponggol menjadi tempat yang populer sebagai tempat transit perdagangan hasil bumi dari Samosir seperti bawang kacang dan tujuan kota dagang kecil yaitu Haranggaol dan Tigaras.


Pada tahun 1982 jembatan Tano Ponggol mulai di beton dan dibangun dengan panjang 20 meter namun sayangnya posisi jembatan dan kondisi kanal yang semakin dangkal sehingga tidak memungkinkan kapal besar melalui kanal tersebut.
Saat ini 15 Maret 2023 jembatan Tanoponggol telah berwajah baru, dan dalam tahap penyempurnaan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba yang telah ditetapkan oleh Presiden RI.
Pengembangan tersebut merupakan salah satu diantara 5 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) prioritas dan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) bersama dengan Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Manado dan Likupang Bitung.

editor : nikolas sn