Mengenal Fistula Perianal, Penyakit yang Dialami Nadiem Makarim hingga Operasi 5 Kali

oleh -5 Dilihat

JAKARTA – Nama fistula perianal belakangan ramai diperbincangkan setelah kondisi tersebut disebut dialami mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.

Seperti diketahui, kondisi kesehatan Nadiem menjadi sorotan setelah istrinya, Franka Makarim mengungkap bahwa Nadiem kembali menjalani operasi terkait penyakit tersebut.

“Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa,” tulis Franka Makarim di Instagram, Kamis (14/5/2026)

Kondisi itu juga sempat disampaikan dalam proses persidangan yang tengah ia jalani.

Penyakit ini diketahui membuat seseorang bisa mengalami nyeri hebat, infeksi berulang, hingga harus menjalani operasi lebih dari satu kali.

Dalam dunia medis, fistula perianal atau fistula ani merupakan saluran kecil abnormal yang terbentuk antara bagian dalam anus dengan permukaan kulit di sekitarnya.

Kondisi ini umumnya muncul akibat infeksi atau abses yang tidak sembuh sempurna.

Apa itu fistula perianal?
Mengutip penjelasan dari Mayo Clinic, fistula perianal biasanya berkembang setelah abses di area anus pecah atau tidak ditangani hingga tuntas.

Saat terjadi infeksi, tubuh membentuk saluran kecil untuk mengeluarkan nanah. Namun, saluran tersebut dapat menetap dan menjadi fistula.

Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat abses anus, penyakit radang usus seperti Crohn’s disease, atau infeksi berulang di area sekitar anus.

Gejala yang sering muncul
Fistula perianal umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejalanya bisa muncul perlahan maupun mendadak ketika infeksi kambuh.

Beberapa gejala yang sering dialami antara lain:

  • Nyeri di sekitar anus, terutama saat duduk atau buang air besar,
  • pembengkakan dan kemerahan,
  • keluar nanah atau darah dari lubang kecil di kulit sekitar anus,
  • bau tidak sedap,
  • demam ketika terjadi infeksi, serta rasa lelah akibat peradangan yang berlangsung lama.

Pada sebagian pasien, nyeri bisa muncul berulang karena abses kembali terbentuk.

Mengapa bisa perlu operasi berkali-kali?
Fistula perianal termasuk kondisi yang cukup sulit sembuh total, terutama bila salurannya bercabang atau letaknya dekat dengan otot pengontrol buang air besar.

Dikutip dari Cleveland Clinic, tindakan operasi umumnya diperlukan karena fistula jarang bisa sembuh sendiri.

Namun, operasi tidak selalu cukup dilakukan satu kali. Pada beberapa kasus, dokter perlu melakukan tindakan bertahap untuk:
membersihkan infeksi, 9 fistula, hingga memastikan tidak ada cabang fistula yang tersisa.

Jika masih ada bagian saluran yang tertinggal, fistula dapat kambuh dan menyebabkan infeksi berulang.

Selain itu, dokter biasanya juga berhati-hati agar operasi tidak merusak otot sfingter anus yang berfungsi mengontrol buang air besar.
Karena itu, penanganan fistula kompleks sering dilakukan secara bertahap.

Apakah fistula perianal berbahaya? Fistula perianal umumnya tidak mengancam jiwa, tetapi kondisi ini dapat sangat mengganggu kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.

Infeksi yang terus berulang dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, abses, hingga gangguan aktivitas sehari-hari.

Pada kasus tertentu, peradangan kronis juga dapat memicu komplikasi lebih serius.

Karena itu, dokter menyarankan seseorang segera memeriksakan diri apabila mengalami nyeri anus yang tidak membaik, keluar nanah, atau muncul benjolan di sekitar anus.

Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah infeksi semakin berat dan mengurangi risiko operasi berulang.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet