Luar Biasa! Samosir Sentra Bawang Putih Terbesar di Sumut

oleh -6736 Dilihat

“Dari 11 Kabupaten, Samosir Dapat Jatah Paling Besar, Siap Tanam 2.000 Hektare”

MEDAN – Kabupaten Samosir semakin memantapkan posisinya sebagai sentra produksi bawang putih di Sumatera Utara. Dukungan pemerintah pusat yang terus meningkat membuka peluang besar bagi Samosir untuk memperluas pengembangan komoditas strategis nasional tersebut, sekaligus mengambil peran penting dalam mewujudkan swasembada bawang putih.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Samosir Vandiko Timotous Gultom dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (07/10/2026).

Rakor tersebut dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Muhammad Taufiq Ratule, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan RI, Tenaga Ahli Kementan Van Basten Panjaitan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provsu Fariz Haholongan Hutagalung, Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian Samosir Tumiur Gultom, Kadis Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang, serta sejumlah kepala daerah se-Sumatera Utara.

Pada tahun 2027, pengembangan bawang putih di Sumatera Utara direncanakan mencakup 11 kabupaten dengan target total 3.460 hektare. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Samosir memperoleh alokasi terbesar yakni 1.180 hektare. Capaian ini melanjutkan tren positif pada tahun 2026, di mana dari total target 564 hektare di Sumut, Samosir juga mendapatkan alokasi terbesar sebanyak 265 hektare.

Bagi Pemkab Samosir, angka tersebut bukanlah batas akhir. Bupati Vandiko menyatakan Samosir siap jika pengembangan diperluas hingga 2.000 hektare.

*”Tahun depan kami siap, sesuai data 1.180 hektare. Bahkan lahan existing sampai 2.000 hektare kami siap. Namun kami butuh dukungan alsintan dan irigasi untuk pengairan,” tegas Vandiko.*

Menurut Vandiko, kesiapan Samosir merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda nasional Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada komoditas pertanian strategis. Dengan potensi lahan yang luas dan petani yang berpengalaman, pengembangan bawang putih diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani Samosir.

Semangat tersebut mendapat apresiasi langsung dari Dirjen Hortikultura Kementan RI, Muhammad Taufiq Ratule. Ia menyampaikan terima kasih atas keseriusan Pemkab Samosir dan meminta agar kebutuhan sarana pendukung segera diusulkan.

“Terima kasih kepada Bupati Samosir atas semangat dan dukungan untuk pengembangan bawang putih di Samosir. Untuk alsintan dan irigasi segera diusulkan ke Direktorat PSP,” kata Taufiq.

Taufiq menjelaskan, fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada peningkatan luas tanam, tetapi juga memperkuat produksi benih. Peningkatan luasan lahan harus dilakukan secara bertahap setiap tahun agar target swasembada benih nasional yang membutuhkan sekitar 120.000 hektare dapat tercapai.

Pemerintah juga memastikan adanya jaminan pasar bagi hasil produksi petani. Benih yang dihasilkan akan diserap oleh offtaker yang telah mendapat penjaminan pemerintah, dengan anggaran yang telah disiapkan.

“Fokus untuk produksi benih. Yang pasti hasilnya dibeli, anggaran sudah disiapkan. Benih kita beli, tidak ada masalah untuk offtaker. Untuk dua tahun ini akan ditangani pemerintah. Ekonomi masyarakat meningkat dan pasarnya ada,” jelas Taufiq.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, petani, penangkar hingga dunia usaha. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi kunci agar pengembangan bawang putih berjalan terarah, berkelanjutan dan memberi manfaat nyata.

“Kita berharap Sumut menghasilkan benih bermutu untuk mengurangi ketergantungan benih dari luar. Pengembangan bawang putih ini butuh kerja sama. APBN menjadi pemicu yang diakomodir pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sehingga dapat memberi nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat. Kita satukan potensi Sumut, pusat dan daerah, petani, penangkar dan dunia usaha. Kita optimis Sumut menyumbang swasembada bawang putih nasional,” ujar Surya.

Dengan dukungan pemerintah pusat, penguatan infrastruktur pertanian serta komitmen kepala daerah, Samosir kini menempatkan bawang putih bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai strategi besar memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan Danau Toba.

EDITOR

Avatar photo

SS - SINARNEWS Media Online

S. Edward H. Simanjuntak


Tentang Penulis: SS - SINARNEWS Media Online

Avatar photo
S. Edward H. Simanjuntak