Tanah Longsor Dan Bergerak Yang Melanda Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Hingga Kini Masih Terus Berlangsung Dan Semakin Meluas.
Dipublikasikan tanggal 25 Feb 2021
CIANJUR – Belasan rumah mengalami kerusakan dan hektaran sawah ikut terdampak.
Hujan yang turun setiap hari memicu tanah terus bergerak.
Seorang petani setempat, Cecep bin Rosid (55) menuturkan, tanah bergerak yang terjadi sejak dua pekan lalu itu telah menggerus areal pesawahan.
Akibatnya, hektaran sawah terdampak dan beberapa di antaranya terancam gagal tanam dan gagal panen.
“Kalau lihatnya di sawah kelihatan bergesernya. Setiap hari terus maju, sedikit-sedikit,” kata Cecep bin Rosyid kepada wartawan Kamis (25/2/2021).
Sementara itu, Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi mengatakan, ada 7 hektar lahan sawah yang terdampak dan terancam gagal panen.
Areal pesawahan yang terdampak kondisinya retak dan sebagian mulai tergerus material longsor.
“Tanah sudah bergeser ke areal pesawahan, beberapa ada yang sudah ambles,” kata Nanang.
Menyebutkan, dari waktu ke waktu tanah terus bergerak. “Hari ini kita diperbaiki, besoknya turun 1 meter, ambles lagi,” ucap Nanang.
Sedangkan Fatimah (35), warga setempat mengatakan, tanah bergerak mulai terjadi sejak dua pekan lalu, dan masih terjadi hingga sekarang, Rabu (24/2/2021).
“Ada 12 rumah yang kena di kampung ini. Jalan juga terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Fatimah saat ditemui Wartawan di rumahnya, Rabu.
Kondisi tanah masih labil, sehingga warga tidak bisa beraktivitas dengan leluasa.
“Sekarang warga tidak tenang, was-was setiap waktu.
Apalagi kalau turun hujan, getaran tanahnya terasa sekali,” ujar dia.
Sebelumnya, bencana longsor dan pergerakan tanah melanda Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Edit margriet




















































