Sahala Hasoloan Sijabat : Mencermati Seminar dan Rakernas 2024 PPTS di Hotel Saka Medan

oleh -2950 Dilihat
oleh
Pembina PPTS : Sahala Hasoloan Sojabat

 

Pembina PPTS : Sahala Hasoloan Sojabat

Medan – Sejatinya, sebagai Organisasi (untuk selanjutnya disebutPunguan), PPTS (Punguan Pomparan Toga Sijabat yang secara de jure terbentuk tahun 2015 lalu telah tumbuh menjadiPunguan yang secara teratur telah melakukan Amanah AD/ART Punguan.

Tujuannya adalah untuk evaluasi, perencanaan, penyempurnaan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggotanya berorganisasi selayaknya. Diperlukan kematangan setiap anggota berorganisasi tetapi dengan tidak meninggalkan nilai dan jati dirinya dengan kearifan lokal yang mesti kita pelihara.

Maksud dan tujuan Seminar dan Rakernas kali ini adalah hal-hal di atas ditambah dengan kesiapan Punguan dan segenap anggotanya menyongsong peristiwa penting Punguan sekali dalam 5 (lima) tahun: MUNAS dan SOMBU SIHOL. Momennya adalah tahun depan (2025).

MUNAS dan SOMBU SIHOL PPTS, sebagaimana telah menjadi konsensus bersama anggota Punguan dilakukan di Bona Pasogit, Samosir. Tafsirannya pada akhir Juni 2025.

Kembali ke Judul tulisan ini, mencermati dengan seksama pelaksanaan Seminar dan Rakernas 2024 PPTS kali ini dapat saya beri beberapa informasi dan penilaian berikut:

1. Seminar 21 September 2024 yang secara khusus dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan kaum Millenial mendatangkan 4 (empat) Pembicara dari kalangan sendiri dari Medan, Pematang Siantar dan Jakarta. Kehadiran para Millenial PPTS, walau telah jauh-jauh diajak dan diminta hadir masih belum mencerminkan jumlah Milenial PPTS. Dengan dipilihnya kota Medan, sejatinya PPTS mengharapkan kehadiran maksimal Milenial dari Sumatera Utara, paling tidak  dari Medan dan sekitarnya, seperti: Deli Serdang, Binjai dan Pematang Siantar. Namun issu ini tidak akan mengerdilkan semangat juang PPTS, mengingat baru sekali ini kegiatan seperti ini dilakukan. Ke depan (dan ini menjadi keputusan Rakernas) event ini harus diteruskan, bisa melalui sarana on line atau direct. Untuk maksud mulia ini, diperlukan tekad dan janji diri dari para orangtua, Generasi X atau Companion PPTS dimanapun berada untuk mendorong para Milenialnya berpartisipasi. Punguan tinggal mengelolanya secara teratur dan berkesinambungan.
Ketua Umum PPTS : Drs Barmen Sijabat
2. Rakernas 22 September 2024 dihadiri oleh Dewan Pembina, Para Penasehat, Pengurus Pusat dan  Pengurus/anggota dari Beberapa Wilayah dan Sektor dari Medan, Jakarta, Batam, Binjai, Deli, Serdang, Dapak Sulam, Karo/Kaban Jahe dan bahkan Aceh Singkil. Walau informasi dan ajakan untuk hadir telah dikumandangkan dari jauh-jauh hari hanya 8 (delapan) Wilayah dari 14 (empat belas) Wilayah yang telah terdaftar dalam PPTS yang masih hadir. Jika dilihat dari porsinya, kehadiran delegasi Wilayah telah mencapai 57 % person. Acung jempol pantas diberi ke delegasi Subussalam dan Aceh Singkil, yang walau dengan rintangan tak terelakkan faktor alam, yakni banyaknya longsor yang terjadi di jalan yang harus ditempuh secara normal 16 jam, mereka hadir di akhir Rakernas. Motto: Sekali layar terkembang, surut pantang kita berpaling mereka pegang teguh. Salut juga pantas diberi ke delegasi Dapak Sulam. Mereka juga menghadirkan Pengurus Sektornya yang baru saja dibentuk.

Kehadiran delegasi Pematang Siantar, Simalungun dan Samosir yang sebelumnya sudah confirm mungkin terhalang oleh kesibukan hal lain. Kita berharap di kegiatan seperti ini ke depannya semakin banyak yang hadir. PPTS menyadari tentang kendala dana mungkin salah satu hal yang mengganjal. Hal itu dimaklumi karena PPTS, sampai saat ini hanya mampu memberi akomodasi terbatas. Kita berdoa dan berharap akan berkat Tuhan tentang ondeng semakin dilimpahkan kepada segenap Insan PPTS di hari-hari mendatang.

Ketua Yayasan Bona Pasogit Toga Sijabat : Hoddin Sijabat , SE

Selanjutnya penghargaan setinggi-tingginya diberi kepada Panitia. Dikordinir oleh PPTS Wilayah Medan kerjasama dan kordinasi di antara mereka dan dengan pihak berkepentingan dapat dikatakan yahud. Hal-hal minor seperti perubahan rundown menyesuaikan keadaantidaklah sampai mengurangi rasa syukur terima kasih dan penghargaan bagi mereka.

3. Dari sisi output Rakernas cukup significant hal-hal yang dihasilkan, antara lain telah ditetapkannya Visi dan Missi PPTS dengan kaidah pembuatannya berdasarkanliteratur modern dan dengan nilai/jiwa PPTS yang telah termaktub dalam mukadimah AD/ARTnya, telah ditetapkannya 2 lagu Toga Sijabat ciptaan Juda Sijabat dan Johan Sijabat yang membangkitkan motivasi dan semangat sedarah untuk tetap bersatu padu. Di peristiwa pesta syukuran ke depan kita tinggal memilih lagu mana yang akan mengiringi keceriaan kita, apakah lagu hentak penuh dinamika dan popular ciptaan Juda atau lagu dengan irama melankonis mendayu-dayu ciptaan Johan. Keduanya, dengan umur yang sangat berbedabersumbangsih tanpa pamrih memupuk kebersamaaninsan PPTS. Kita syukuri talenta mereka dan berterima kasih atas sumbangsihnya. Ke depan Mars PPTS adalah issu menantang yang harus dikerjakan.

Produk lain Rakernas adalah telah terbentuknya Panitia Munas dan Sombu Sihol PPTS 2025. Issu ini memang telah direncanakan jauh hari sebelumnya yang bertujuan memungkinkan memberi waktu layak membuat persiapan pelaksanaan Munas dan Sombu Siholmencukupi.

Rakernas juga telah mengamanatkan agar segenap Pengurus Pusat dan Wilayah menuntaskan beberapa Amanah  produk Rakernas 2021 dan 2023 yang masih belum  sampai sebelum Munas 2025.

Mulai saat ini perhatian Punguan beserta insan PPTS perlu diarahkan kepada Munas dan Sombu Sihol tahun depan.Dengan keterujian dan pengalaman kiranya segenap insan PPTS bahu membahu, dengan penuh kebersamaan, dengan keinginan bersua lagi, dari semua lapisan berpartsipasi untuk memeriahan dan mensukseskan kegiatan sekali dalam lima tahun ini.

Tentu doa dan harapan kita panjatkan ke hadirat Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Pemurah memberkati segenap Insan PPTS dan dengan riang gembira dapat bersua Kembali untuk pasombu sihol, pasombu lungun.

Musyawarah Nasional 2025 PPTS juga adalah keniscayaan untuk mendapat perhatian kita. Diharapkan Munas dapat menetapkan garis-garis besar program kerja Punguan jangka pendek, menengah dan panjang dengan merujuk kepada Visi dan Missi PPTS dan memilih Pengurus yang terdiri dari Dewan Pembina, Penasehat, Badan Pengawas dan Badan Pengurus dari tokoh-tokoh Sijabat yang berdedikasi, rela bekerja tanpa pamrih, konsisten dengan amanah dan yang menomor satukan kepentingan insan PPTS. Demikian juga Pegurus Yayasan Toga Sijabat, perlu diberi porsi perhatian mendalam untuk mengelola Yayasan yang secara sadar dan harap diciptakan menjadi tulang punggung semua pendanaan yang diperlukan untuk operasional Punguan.

Semoga.