Jangan Dicuci, Uang Asli Bisa Jadi Terdeteksi sebagai Uang Palsu

oleh -58 Dilihat

JAKARTA – Tren mencuci uang agar bersih dan terlihat sebagai uang baru dapat merusak unsur pengaman dalam uang dan membuat uang tersebut terdeteksi sebagai uang palsu dalam jangka panjang.

Tren mencuci dan menjemur uang karena tidak mendapat jatah menukarkan uang baru di bank sedang ramai diperbincangkan di media sosial, tak terkecuali di X.

Namun, edukasi mengenai bahaya mencuci uang baru sudah banyak disebarluaskan pula.

Contohnya melalui akun @neno**** yang memberikan komentar pada postingan yang membagikan foto temannya yang mencuci dan menjemur uang, pada Senin (24/3/2025).

“Gak boleh yaaa, ini bisa menyebabkan uang susah ke deteksi pake mesin/sinar UV. Kandungan yang ada di deterjen bisa merusak sistem pengamanan yg udah di cetak di uang,” tulis akun tersebut.

Lantas, benarkah uang asli yang dicuci dengan detergen dapat rusak dan sulit terdeteksi sebagai uang asli?

BI sebut mencuci bikin uang sulit terdeteksi keasliannya
Bank Indonesia membenarkan pernyataan tersebut tetapi dengan catatan pencucian uang dengan detergen dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Dikutip dari wartawan (22/3/2025), Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa mencuci uang dengan sabun memang dapat merusak atau menghilangkan unsur pengaman dalam uang, tetapi dalam jangka waktu yang lama.

“Mencuci uang dengan sabun cuci yang memiliki kandungan bahan kimia memang tidak akan secara langsung merusak atau menghilangkan unsur pengaman dalam uang rupiah,” ujar Ramdan.

Namun, dia menambahkan bahwa mencuci uang dalam waktu yang panjang akan berpotensi memengaruhi kualitas rupiah.

Apabila kerusakan unsur pengaman dalam uang terjadi, hal tersebut dapat menyebabkan uang akan sulit terdeteksi sebagai uang asli.

Ciri-ciri uang rupiah asli
Uang rupiah asli adalah uang tunai yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang memiliki karekteristik khusus.

Terdapat ciri-ciri keaslian uang rupiah kertas (Cikur) yang dapat diakses di laman resmi Bank Indonesia.

Ciri keaslian uang rupiah kertas tahun emisi 2016

  1. Terdapat benang pengaman yang tertanam di uang kertas, pada pecahan Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000.
  2. Terdapat benang pengaman seperti dianyam pada uang pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000.
  3. Untuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu
  4. Terdapat gambar tersembunyi berupa tulisan BI yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
  5. Terdapat hasil cetak yang terasa kasar jika diraba.
  6. Terdapat kode tuna netra berupa pasangan garis di sisi kanan dan kiri yang terasa kasar jika diraba.
  7. Terdapat gambar saling isi (rectoverso) dari logo BI ynag dapat dilihat secara utuh apabila diterawang di cahaya.
  8. Terdapat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan pada pecahan Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000.
  9. Terdapat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan ornamen pada pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp100.000 dan Rp50.000.
  10. Terdapat beberapa bagian yang terdeteksi sinar UV.

Ciri keaslian uang rupiah kertas tahun emisi 2022

  1. Terdapat gambar utama, nominal pecahan, benang pengaman, dan tinta yang dapat berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda
  2. Terasa kasar apabila diraba pada bagian tertentu dan pada kode tuna netra (blind code)
  3. Apabila diteraawang, terdapat tanda air (watermark) dan electrotype.
  4. Apabila diterawang, terlihat gambar saling isi (rectoverso). Nominal uang kertas rupiah yang tidak memiliki karakteristik di atas dapat disebut sebagai uang palsu.

Cara menjaga nilai uang Kondisi uang yang baik dan terjaga akan memudahkan orang dalam mendeteksi keasliannya.
Dilansir dari laman Bank Indonesia, berikut cara menjaga dan merawat uang rupiah kertas.

  1. Tidak melipat uang kertas
  2. Tidak mencoret uang kertas
  3. Tidak meremas uang kertas
  4. Tidak membasahi uang kertas
  5. Tidak menstapler uang kertas.

Mencuci uang kertas dengan detergen dapat melibatkan tindakan membasahi dan meremas uang kertas. Dengan begitu, mencuci uang kertas tidak disarankan karena dapat merusak karakteristik uang kertas.

Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet