JAKARTA – Varian baru Covid-19 XEC telah merebak di Thailand pada Mei 2025
Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Somsak Thapsutin mengatakan, varian baru Covid-19 XEC adalah perkembangan dari Omicron. Virus Covid-19 varian XEC ini mampu menyebar dengan cepat, yakni tujuh kali lebih cepat dari flu biasa.
Oleh sebab itu, Somsak melakukan berbagai upaya untuk melindungi kelompok rentan dan memantau penyebaran varian baru tersebu
Kelompok rentan yang dimaksud mayoritas adalah orang dengan lanjut usia atau lansia. Data menunjukkan sebanyak 80 persen warga lansia meninggal dunia akibat varian baru Covid-19 XE
Tak hanya lansia, virus tersebut juga berpotensi menginfeksi anak-ana
“Jenis ini tidak terlalu parah tetapi menyebar dengan cepat,” kata Somsak, dikutip dari Bangkok Postive
Lantas, apakah varian ru Covid-19 XEC sudah masuk ke Indonesia
Penjelasan Kemenkes soal varian baru Covid-19 X
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman mengatakan, varian XEC Covid-19 belum masuk ke Indonesia
Tren kasus Covid-19 di Indonesia berdasarkan surveilans hingga 17 Mei 2025 juga menunjukkan tidak ada kasus Covid-19 yang positiv
Data itu diperoleh dari 18 spesimen yang telah diperiksa. Hasilnya, 18 spesimen tersebut semuanya negatif Covid-1
“Untuk saat ini varian yang beredar di Indonesia masih JN.1 dan turunannya. Ini sama dengan yang di Malaysia,” kata Aji saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/5/2025) sor
Dia menyampaikan, subvarian XEC merebak di Singapura, Thailand, Jepang, dan beberapa negara lainny
Meski demikian, Aji berkata bahwa dampak dari subvarian XEC tidak menyebabkan keparahan kondisi pasie
Gejala subvarian XEC Covid-
Direktur Institut Genetika di University College London Profesor Francois Balloux mengatakan, subvarian XEC memiliki sedikit keunggulan dalam hal penularan dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya
Menurut Direktur Scripps Research Translational Institute di California, Eric Topol, varian baru Covid-19 ini akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan
“Itu akan memakan waktu berminggu-minggu, beberapa bulan, sebelum benar-benar terjadi dan mulai menimbulkan gelombang,” kata dia, dikutip Wartawan
Topol memprediksi XEC bakal menjadi varian Covid-19 berikutnya meski dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapai level yang tinggi.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa gejala Covid-19 diperkirakan akan sama dengan gejala flu atau pilek,
- Demam
- Sakit
- Mudah merasa lelaj
- Batuk di tenggorokan
Pada kebanyakan orang, gejala akan membaik dalam beberapa minggu, tetapi tetap membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih
Apa itu subvarian XEC Covid-1
Para ahli memperkirakan subvarian XEC Covid-19 bakal menjadi varian yang mudah menular dan menyebar terus-menerus di seluruh penjuru negeri.
XEC adalah subvarian dari strain SARS-CoV-2 Omicron yang telah menghasilkan banyak turunan sejak muncul di Amerika Serikat pada 2021
XEC kali pertama muncul di Jerman pada Juni 2024 sebelum menyebar dengan cepat ke seluruh bagian Eropa lainnya
Pada awal Desember 2024, XEC menyebabkan sekitar 45 persen infeksi Covid-19 di Amerika Serikat, menjadikannya jenis paling umum yang terjadi pada saat itu
Spesialis penyakit menular dari Yale Medicine Scott Roberts, MD mengatakan, cepatnya penularan XEC membuat subvarian baru Covid-19 ini perlu menjadi perhatian
“Tingkat infeksi dari XEC yang mereka lihat di beberapa negara meningkat cukup cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya di tempat yang sama,” ucapnya, dikutip wartawan
Meski begitu, kabar baiknya, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian XEC menyebabkan gejala yang lebih parah dari subvarian lainnya

Mar.





















































