Jakarta – Di tengah harga bahan pokok yang mahal, di jagat media sosial ramai tren “Rp10 ribu di tangan istri yang tepat.”
Meski dikemas dengan gaya hiburan dan tantangan, namun tren ini justru menuai kontra dan dianggap menormalisasi keterbatasan ekonomi.
Kami memakai data resmi, garis kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik pada Maret 2025 adalah sebesar 609 ribu per kapita tiap bulan, atau sekitar 20 ribu per hari.
Meski dikemas dengan gaya menghibur dan tantangan, namun sebenarnya apakah tren ini menjadi fenomena kekerasan finansial atau dikenal dengan financial abuse?




















































