Insan Toga Sijabat (Anak, Boru, Bere dan Ibebere) di semua Penjuru
2025 tahun lalu Kristus datang di tengah kesusahan dan bahkan penderitaan. Berjalan 100 km ke Betlehem, melahirkan di kandang domba dan di tengah kedinginan dunia harus dilalui bunda suci Maria. Lalu setelah lahir, keluarga Kudus harus tergesa-gesa ke Mesir. Itulah penderitaan dari sudut pandang dunia ketika Natal pertama ada.
Namun jalan dan pikiran Tuhan tentu berbeda. Kesemua hal itu harus dilalui untuk mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati.
Saat itu pula kemuliaan bagi Allah yang Maha tinggi dipekenalkan oleh nyanyian para Malaikat dan bala tentara Surga, disaksikan oleh kaum lugu dan lugas oleh para Gembala dan ditemukan oleh ‘parroha’ dari Timur.
Semuanya kejadian itu mengerucut menjadi DAMAI SEJAHTERA DI BUMI DI ANTARA MANUSIA YANG BERKENAN KEPADANYA.
Saudaraku umat Kristiani,
SELAMAT NATAL. Damai sejahtera yang melampaui segala akal dan pikiran menyertai kita dalam meneruskan perjalanan hidup yang diberkati itu.




















































