Studi: Anak yang Bantu Pekerjaan Rumah Tangga Lebih Berpeluang Sukses

oleh -916 Dilihat

Jakarta – Sebuah studi selama 80 tahun yang disebut “Studi Grant Harvard” menemukan bahwa orang yang di kemudian hari sukses cenderung melakukan pekerjaan rumah tangga saat masih kecil. Pekerjaan tersebut, dilakukan untuk mengajarkan kontribusi terhadap kebaikan bersama.

“Pembelajaran bahwa pekerjaan harus dilakukan dan bahwa setiap kita harus berkontribusi untuk kebaikan bersama,” kata mantan dekan mahasiswa baru di Stanford, dari tahun 2002 hingga 2012, dan penulis buku, Lythcott-Haims, dikutip dari situs World Economic Forum (WEF).

Ia mengatakan bahwa rumah tangga menanamkan pada anak-anak sikap bahwa hidup adalah tentang kerja tim dan kerja sama, dan bahwa ruang hidup yang bersih dan rapi tidak terjadi begitu saja.

Anak Harus Diajarkan untuk Mengambil Risiko

Pakar parenting menekankan pentingnya membiarkan anak menghadapi tantangan sendiri. Misalnya, jika anak lupa mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau meninggalkannya di rumah, orang tua disarankan tidak menolong langsung.

Kesempatan ini menjadi ajang belajar tanggung jawab, mengatur diri, dan memahami konsekuensi dari tindakan mereka.

Tak hanya soal pekerjaan rumah, anak juga perlu didorong untuk berani mengambil risiko. Mengalami kegagalan dalam hal kecil maupun besar membantu mereka keluar dari zona nyaman, mengenali kemampuan diri, dan membangun keberanian menghadapi tantangan hidup.

Kemandirian anak juga mencakup kemampuan menemukan arah dan mengenali lingkungan sekitar. Anak yang terlalu diantar ke mana-mana kehilangan kesempatan belajar membaca rute, mengenali tanda jalan, dan memecahkan masalah sehari-hari sendiri.

Keterlibatan orang tua yang berlebihan membuat anak kurang terbiasa mengatur jadwal, memenuhi tenggat, dan memprioritaskan tugas sendiri.

Dengan membiasakan anak bertanggung jawab sejak dini, mereka akan lebih siap menghadapi kehidupan dewasa. Kemandirian ini mencakup kemampuan mengatur waktu, menyesuaikan jadwal dengan orang lain, serta menghadapi berbagai tuntutan dan deadline tanpa selalu bergantung pada orang tua.

Anak yang Tumbuh dengan Emosi Positif

Riset di China juga menghasilkan temuan yang serupa. Studi menyoroti bahwa anak yang aktif membantu pekerjaan rumah tangga cenderung memiliki emosi positif lebih tinggi, pengawasan orang tua lebih intens, dan hubungan orang tua-anak lebih dekat.

Selain itu, keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah tangga juga terbukti dapat meningkatkan tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan bersikap peduli terhadap orang lain.

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar efek positif ini justru lebih menonjol pada kelompok siswa yang kurang beruntung atau rentan. Dampak ini paling terlihat pada anak laki-laki serta anak-anak yang ditinggal orang tua (left-behind children).

Temuan ini sejalan dengan perhatian Pemerintah China terhadap pendidikan karakter dan perilaku siswa. Pentingnya peran pekerjaan rumah tangga ini mendorong pemerintah untuk memberlakukan serangkaian kebijakan yang tegas demi mendukung perkembangan siswa secara komprehensif.

Di China, kebijakan pemerintah terkait pendidikan kerja (labor education) diterapkan mulai dari SD hingga SMA. Program ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga, sehingga siswa dapat belajar tanggung jawab dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa diwajibkan terlibat dalam kegiatan seperti membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan memasak. Mereka juga ikut serta dalam inisiatif pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sekolah, sehingga pembelajaran kerja tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga praktis.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet