Nasi hangat dan dingin memiliki jumlah karbohidrat dan kalori yang sama, namun nutrisinya berbeda.
Proses pendinginan mengubah struktur pati menjadi pati resisten (lebih keras dicerna).
Akibatnya, nasi dingin memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, membuat gula darah lebih stabil dan rasa kenyang lebih lama.




















































