Diusul Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, Desa Sabulan Sitiotio Siap Jadi Etalase Baru Wisata Budaya dan Ekonomi Kreatif Samosir

oleh -6366 Dilihat

“Tim Verifikasi Pemprov Sumut Turun ke Sabulan, Nilai Proposal Rp50 Miliar – 45 Desa Bersaing, Sabulan Andalkan Sejarah Si Raja Lontung dan Panorama Terasering Danau Toba”

SITIO-TIO — Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio, tidak hanya menawarkan keindahan panorama Danau Toba. Di balik hamparan persawahan terasering, Bukit Sipatungan, dan bentang alam yang menghadap langsung ke Danau Toba, Sabulan menyimpan jejak sejarah, situs budaya, tradisi leluhur, serta potensi ekonomi masyarakat yang menjadi modal penting untuk dikembangkan.

Potensi tersebut kini diarahkan menjadi kekuatan baru melalui pengusulan Desa Sabulan sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah, salah satu program prioritas yang diinisiasi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution. Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan dukungan penuh dan mempersiapkan Sabulan agar mampu memenuhi seluruh tahapan penilaian dan verifikasi.

Pengembangan Sabulan dirancang secara terintegrasi dengan menggabungkan potensi budaya dan seni lokal, alam dan pariwisata, kerajinan dan industri kreatif, sumber daya manusia, pertanian, UMKM, infrastruktur, hingga teknologi. Konsep ini tidak hanya menata kawasan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata desa.

Untuk memastikan kesesuaian proposal dengan kondisi faktual di lapangan, Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah yang dipimpin Ketua Tim Benny P. Girsang turun langsung meninjau Desa Sabulan, Jumat (9/10/2026). Turut mendampingi, Kabid Sarpras Bapperida Yanti Ompusunggu, Kabid Perencanaan Perekonomian Rikardo Simbolon, Camat Sitiotio Josro Tamba, Kadis Perkim Golfried Harianja, Kadis Sosial dan PMD Hans Rikardo Sidabutar, sejumlah OPD terkait, Ketua LAB Pantas M. Sinaga, Kepala Desa serta masyarakat setempat.

Kehadiran tim verifikasi mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pemerintah desa bersama masyarakat menyatakan dukungan penuh, termasuk kesiapan dalam mendukung penyediaan dan penataan lahan yang dibutuhkan. Masyarakat sangat mengharapkan perhatian Gubernur Bobby Afif Nasution untuk menjadikan Sabulan sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah.

Camat Sitiotio, Josro Tamba, berharap Sabulan memperoleh kesempatan untuk dikembangkan melalui program tersebut. Ia mengajak masyarakat bersama-sama memastikan seluruh persyaratan lahan dapat dipenuhi.

“Program Bapak Gubernur akan menjadi berkat bagi masyarakat. Apabila desa ini memperoleh nilai terbaik maka akan mendapat alokasi anggaran dan akan banyak pengembangan. Mari kita dukung bersama. Semoga kita bisa mendapatkan pembangunan ini,” ujar Josro.

Salah satu warga, Mahidin Pandiangan, menyampaikan bahwa masyarakat sangat berharap program tersebut dapat mendorong pengembangan desa. Ia menyebut Sabulan memiliki nilai sejarah yang kuat dan menjadi bagian penting dari sejarah keturunan Si Raja Lontung.

“Desa Sabulan merupakan kampung bersejarah dan membawa berkah kepada keturunan Si Raja Lontung yang tersebar di penjuru dunia. Kami bangga dan mengapresiasi program Bapak Gubernur, akan kami dukung sepenuhnya,” ujar Mahidin.

Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Kabupaten Samosir, Pantas M. Sinaga, turut memberikan dukungan. Menurutnya, pengembangan Sabulan memiliki arti penting karena kawasan tersebut berkaitan erat dengan sejarah Si Raja Lontung.

“Pengembangan Desa Sabulan sangat penting sebagai titik nol Si Raja Lontung. Kami berharap situs yang ada dapat ditata kembali. Segala administrasi dukungan akan disiapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam paparan di Kantor Bupati Samosir, Asisten II Setdakab Samosir, Hotraja Sitanggang, menyampaikan bahwa pengembangan Sabulan saat ini didukung peningkatan aksesibilitas melalui pembangunan Jalan Provinsi Simpang Gonting–Janji Raja. Infrastruktur tersebut merupakan salah satu program Gubernur Sumut yang membuka akses darat dari Humbang Hasundutan menuju Samosir.

Menurut Hotraja, Sabulan memiliki karakter yang sesuai untuk dikembangkan sebagai Kampung Kreatif karena memiliki perpaduan antara bentang alam, sejarah, budaya, legenda, mitos, dan potensi wisata.

“Kami berharap Kampung Kreatif ini bisa terwujud di Sabulan. Ke depan akan menjadi prioritas dan andalan Samosir untuk pariwisata,” ungkap Hotraja.

Ketua Tim Verifikasi dan Validasi, Benny P. Girsang, menjelaskan tahapan verifikasi dilakukan untuk mencocokkan proposal yang disampaikan Pemkab Samosir dengan kondisi nyata di lapangan.

“Kami sudah menilai proposal yang diajukan dan selanjutnya melakukan verifikasi sesuai fakta di lapangan,” kata Benny.

Ia menjelaskan, desa yang terpilih dalam program tersebut berpeluang mendapatkan dukungan bantuan keuangan Provinsi Sumatera Utara dengan nilai mulai Rp5 miliar hingga Rp50 miliar, sesuai hasil penilaian. Bantuan tersebut akan diperuntukkan berdasarkan proposal yang diajukan dan membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui APBD.

“Untuk bantuan keuangan provinsi peruntukannya jelas sesuai proposal dan harus ada dukungan dari APBD terhadap penguatan hal-hal lain. Harus ada kolaborasi. Yang paling rendah Rp5 miliar dan yang terbaik Rp50 miliar,” jelasnya.

Benny menegaskan, proses verifikasi dan validasi akan dilakukan secara profesional. Hasil penilaian selanjutnya akan dibawa ke dalam sidang pleno. Ia juga mengingatkan bahwa dukungan masyarakat, kepastian aset dan lahan, serta kesesuaian perencanaan dengan kondisi lapangan menjadi bagian penting dalam penilaian.

Sebanyak 45 desa di Sumatera Utara disebut bersaing untuk mendapatkan program tersebut. Karena itu, menurut Benny, keberhasilan Kampung Kreatif tidak cukup hanya berdasarkan proposal, tetapi harus dibuktikan melalui kesiapan masyarakat dan kondisi nyata kawasan.

“Jika terpilih menjadi Kampung Kreatif, masyarakat juga harus kreatif, harus mendukung pembebasan lahan. Tidak cukup hanya di atas kertas, penataan kawasan dan situs harus sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Benny.

Kepala Bapperida Samosir, Rajoki Simarmata, memaparkan konsep penataan Sabulan disusun secara terintegrasi. Pengembangan diarahkan pada potensi budaya dan seni lokal, alam dan pariwisata, produk kerajinan dan industri kreatif, SDM serta keterampilan lokal, termasuk infrastruktur dan teknologi.

Sabulan juga diposisikan sebagai salah satu pintu gerbang kawasan melalui jalur darat dan Danau. Pengembangan kawasan nantinya dapat diintegrasikan dengan sentra kuliner, gerai souvenir, dan pertunjukan seni. Potensi makanan khas tradisional Batak serta industri rumah tangga yang memproduksi alat musik tradisional dan produk makanan lokal juga menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif masyarakat.

Dalam proposal, sejumlah pembangunan yang diusulkan meliputi penataan persawahan terasering Sabulan, pembangunan rest area dan gerai UMKM, penataan objek wisata Sipatungan, penataan kawasan parkir, penataan situs budaya, penyediaan sumber air bersih, pembangunan dan peningkatan jalan antar dusun, pembangunan jaringan irigasi pertanian, hingga peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

Selain itu, diusulkan pengadaan bibit buah untuk menjaga ekosistem lingkungan. Seluruh konsep pengembangan telah dilengkapi DED dan Master Plan, dengan total nilai proposal mencapai Rp50 miliar.

Melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah, Sabulan tidak hanya diproyeksikan menjadi kawasan yang lebih tertata secara fisik. Lebih dari itu, pengembangannya diarahkan untuk mempertemukan sejarah dan budaya dengan pariwisata, pertanian dengan ekonomi kreatif, serta pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Sabulan diharapkan mampu mengubah kekayaan lokal yang selama ini menjadi bagian dari identitas desa menjadi kekuatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

EDITOR

Avatar photo

SS - SINARNEWS Media Online

S. Edward H. Simanjuntak


Tentang Penulis: SS - SINARNEWS Media Online

Avatar photo
S. Edward H. Simanjuntak