“Bukan berarti Ferdy Sambo lepas jabatan di Propam, bukan berarti jaringannya itu meninggalkan dia, ada sebagian yang cari aman meninggalkan dia, namun ada juga sebagian yang loyal,” tambahnya.
Pengacara Yosua menduga bahwa buku hitam yang sering dibawa oleh suami Putri Candrawathi memiliki segudang informasi.
Mahfud MD selaku Menko Polhukam juga sebelumnya mengatakan bahwa ia mendengar adanya gerakan bawah tanah dari seorang Brigjen.
Kemudian hal tersebut dikaitkan oleh Pengacara Yosua, yang mengatakan bahwa kemungkinan bukan hanya Jenderal satu saja yang ikut campur tangan dalam vonis Sambo.
“Kalau kita kaitkan dengan kemarin ada informasi bahwa ada bintang Jenderal satu yang katanya gentayangan, melakukan gerakan bawah tanah,” ucapnya.
“Yang jadi pertanyaannya apakah Jenderal bintang satu ini hanya satu-satunya Jenderal yang bergentayangan atau masih mungkin saja justru mantan Jenderal yang bintangnya lebih dari satu yang ikut serta melobi-lobi,” tambahnya.
Menurut pengacara keluarga Yosua, upaya peringanan dari gerakan bawah tanah tersebut kemungkinana bukan hanya untuk Sambo.
Melainkan untuk Putri Candrawathi juga para terdakwa lainnya selain Richard Eliezer

Mat





















































