Pemerintah Akan Setop Impor BBM dari Singapura Mulai Akhir 2025

oleh -798 Dilihat

JAKARTA – Pemerintah berencana menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura.

Selama ini, sekitar 54–59 persen impor BBM berasal dari negara tetangga itu. Rencana ke depan, impor BBM akan dialihkan ke negara Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku telah mengevaluasi seluruh produk yang masuk ke Indonesia sejak dirinya menjabat.
Salah satunya adalah BBM.

“Setelah saya cek, kok harganya sama dibandingkan dengan dari negara Middle East. Ya, kalau begitu kita mulai berpikir, kita akan mengambil minyak dari negara lain yang bukan dari negara itu,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (9/5/2025).

Menurut Bahlil, harga BBM dari Singapura seharusnya lebih murah dibanding dari Timur Tengah.

“Justru harusnya lebih murah dong. Masa barang dekat dia bikin lebih mahal. Tidak hanya itu, ini ada persoalan geopolitik, geoekonomi. Kita kan harus juga membuat keseimbangan bagi yang lain,” ujarnya.

Pengalihan impor BBM akan dilakukan bertahap. Dari 50–60 persen hingga berhenti total. Prosesnya dimulai November 2025.

Saat ini Pertamina tengah membangun dermaga baru. Dermaga ini disiapkan agar kapal dengan kapasitas besar bisa digunakan untuk impor BBM.

“Jadi kita membangun yang besar, supaya satu kali angkut, enggak ada masalah. Maka, pelabuhannya yang diperbesar, dan kedalamannya harus dijaga,” tuturnya.

Selain Timur Tengah, pemerintah akan membeli BBM dari Amerika Serikat.

“Kan kita sudah mempunyai perjanjian dengan Amerika. Salah satu di antara yang kita tawarkan itu adalah, kita harus membeli beberapa produk dari mereka. Di antaranya adalah BBM, crude, dan LPG,” kata Bahlil.

Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet