Jakarta – Gelombang dingin intens melanda Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Pusat Meteorologi Nasional (National Centre for Meteorology/NCM) melaporkan penurunan suhu signifikan di berbagai wilayah, bahkan mencapai titik nol derajat Celsius di sejumlah daerah bagian utara Kerajaan.
Dilansir dari Gulf News, Selasa (6/1/2026), NCM memperkirakan suhu akan terus menurun disertai angin kencang seiring menguatnya gelombang dingin yang mempengaruhi sebagian besar wilayah Arab Saudi. Kondisi ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Sejumlah Wilayah Terdampak Gelombang Dingin
Menurut NCM, penurunan suhu terjadi di berbagai wilayah, termasuk Makkah dan Madinah, Tabuk, Al Jouf, Perbatasan Utara, Hail, Al Qassim, Riyadh, hingga Provinsi Timur. Warga diminta bersiap menghadapi cuaca dingin, terutama pada pagi dan malam hari.
Wilayah barat laut Tabuk menjadi salah satu daerah yang mengalami penurunan suhu paling tajam. Pada Minggu pagi, suhu di kawasan terbuka dan dataran tinggi turun drastis hingga memicu terbentuknya embun beku. Fenomena ini menjadi indikasi kuat dampak gelombang dingin yang terus mempengaruhi wilayah utara Arab Saudi.
Suhu di Tabuk diperkirakan masih akan turun lebih jauh, disertai angin kencang yang dapat meningkatkan efek dingin. Kondisi serupa juga diperkirakan bertahan di wilayah terdampak lainnya.
Suhu Terendah Capai Nol Derajat Celsius
NCM mencatat sejumlah provinsi mengalami suhu terendah di Arab Saudi pada Minggu. Kota Arar, Qurayyat, dan Turaif masing-masing mencatat suhu nol derajat Celsius, menjadikannya wilayah terdingin di Kerajaan selama gelombang dingin berlangsung.
Sementara itu, suhu di Rafha tercatat turun hingga tiga derajat Celsius, sedangkan Sakaka berada di kisaran empat derajat Celsius. Kedua wilayah tersebut masuk dalam daftar daerah dengan suhu terendah selama periode cuaca ekstrem ini.
Gelombang dingin juga berdampak pada Makkah dan Madinah. Meski tidak mencatat suhu terendah nasional, kedua kota suci ini mengalami penurunan suhu yang cukup signifikan, terutama pada malam dan dini hari.
Berdasarkan prakiraan meteorologi, suhu malam hari di Makkah diperkirakan berada di kisaran 7-10 derajat Celsius, sementara Madinah berada pada rentang 8-11 derajat Celsius. Angin aktif yang bertiup di kedua wilayah tersebut membuat suhu terasa lebih dingin dibandingkan angka yang tercatat secara resmi.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi penduduk setempat maupun jemaah, karena perubahan suhu yang cepat dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan, terutama saat beribadah di area terbuka.
Kondisi Cuaca Terkini
Sementara merujuk prakiraan cuaca terbaru, dilansir Saudi Press Agency, Selasa (6/1/2026), NCM melaporkan hujan ringan akan turun di beberapa bagian wilayah Madinah. Hujan juga disertai angin berdebu yang melanda wilayah Madinah serta bagian timur Makkah, Al-Baha, dan wilayah Aseer.
Di bagian utara wilayah timur Saudi akan mengalami kabut yang terbentuk pada malam hari hingga dini hari.
Kondisi cuaca maritim di wilayah Laut Merah dan Teluk Arab diperkirakan relatif stabil dengan kecepatan angin sedang dan tinggi gelombang yang masih dalam batas aman untuk aktivitas pelayaran.
Di wilayah Laut Merah, angin diperkirakan bertiup dari arah timur laut hingga barat laut di bagian utara dan tengah. Sementara itu, di bagian selatan, angin bergerak dari arah tenggara hingga selatan. Kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 40 kilometer per jam. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran satu hingga dua meter, dengan kondisi laut relatif tenang.
Sementara di perairan Teluk Arab, angin diprakirakan bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan antara 15 hingga 45 kilometer per jam. Gelombang laut diperkirakan berkisar antara setengah meter hingga dua meter, dengan kondisi perairan dari tenang hingga bergelombang.
Menurut prakiraan iklim musiman yang dikeluarkan NCM, Arab Saudi akan memulai 2026 dengan curah hujan di atas rata-rata di sejumlah wilayah pada Januari ini.

Mar.





















































