NASA Akan Pulangkan Astronaut Lebih Cepat: Evakuasi Medis Pertama dalam Sejarah ISS

oleh -624 Dilihat

. – NASA mengambil keputusan yang sangat jarang terjadi dalam sejarah penerbangan antariksa modern: memulangkan empat astronaut dari International Space Station (ISS) lebih cepat dari jadwal. Pemicu utamanya adalah situasi medis yang dialami satu anggota Crew-11—tanpa menyebut identitasnya—yang dinilai perlu pemeriksaan lanjutan di Bumi.

Yang membuat langkah ini menjadi sorotan global: ini adalah evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS sejak stasiun antariksa itu beroperasi sekitar 25 tahun terakhir. Namun NASA menegaskan, kondisi astronaut yang terdampak berada dalam keadaan stabil dan keputusan ini bukan respons darurat, melainkan langkah pencegahan demi keselamatan kru.

Siapa saja Crew-11 yang akan pulang lebih awal? Crew-11 tiba di ISS pada 1 Agustus 2025 untuk misi sekitar enam bulan. Komposisi timnya terdiri dari: Zena Cardman (NASA), Michael Fincke (NASA), Kimiya Yui (JAXA/Jepang), dan Oleg Platonov (Roscosmos/Rusia). AS Resmi Keluar dari 31 Badan PBB dan 35 Non-PBB,

Ini Daftar Lengkapnya! Pendidikan Kursus Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata Artikel Kompas.id NASA tidak mengungkap siapa yang mengalami masalah medis dan seberapa berat kondisinya, dengan alasan privasi.

Dalam konferensi pers, Administrator NASA Jared Isaacman menekankan bahwa situasinya stabil dan bukan keadaan gawat.

Ia menyampaikan bahwa insiden medis terjadi 7 Januari, lalu setelah diskusi internal dengan pimpinan medis NASA, diputuskan Crew-11 pulang lebih cepat dari rencana awal.

Bukan kecelakaan kerja, bukan juga akibat spacewalk NASA juga meluruskan spekulasi yang sempat muncul: insiden ini tidak terkait operasi misi, dan bukan cedera saat bekerja.

Chief Health and Medical Officer NASA Dr. J.D. Polk menjelaskan bahwa ini lebih mengarah pada masalah kesehatan yang muncul dalam kondisi mikrogravitasi, ditambah keterbatasan alat diagnostik di ISS untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Di atas stasiun antariksa, tim medis bisa melakukan pemantauan dan penanganan awal.

Namun untuk memastikan diagnosis secara lengkap, NASA menilai pemeriksaan paling ideal dilakukan di Bumi, karena tersedia “paket lengkap” peralatan medis.

Mengapa ISS yang canggih tetap bisa “kalah” untuk urusan diagnosis? ISS memang dilengkapi berbagai instrumen medis dan kru dilatih menghadapi situasi darurat—bahkan termasuk bagaimana melakukan tindakan seperti CPR dalam kondisi tanpa gravitasi.

Beberapa eksperimen di Bumi juga pernah mencoba konsep “dokter hologram” dan robot lengan yang disimulasikan untuk tindakan operasi jarak jauh.

Tetapi pada praktiknya, diagnosis medis itu sering membutuhkan rangkaian tes yang luas: imaging yang lebih lengkap, pemeriksaan laboratorium yang beragam, serta evaluasi klinis yang lebih detail—semuanya jauh lebih mudah dilakukan di fasilitas medis di Bumi.

Dr. Polk menekankan: ini bukan evakuasi darurat yang harus “secepat kilat”, namun masih ada risiko yang menggantung jika diagnosis belum pasti.

Karena itulah NASA memilih opsi paling aman.

Dalam salah satu kasus yang pernah terjadi, pada 2019 seorang astronaut didiagnosis dari jarak jauh mengalami pembekuan darah di pembuluh vena leher.

Penanganannya dilakukan menggunakan obat yang tersedia di ISS, lalu pengiriman obat pengencer darah menyusul kemudian.

Namun meski ISS berkali-kali menghadapi situasi medis, tidak ada kru yang pernah dipulangkan lebih cepat khusus untuk alasan medis—sampai sekarang.

Mar

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet