Jakarta – Dugaan penistaan agama , polisi bekuk polisi Muhammad Kece dan Yahya Waloni , dan dibawa ke Bareskrim guna diperiksa secara khusus.
Muhammad Kece Ditangkap
Dittipidsiber Bareskrim Polri menangkap Muhammad Kece di Bali atas dugaan penistaan agama. Muhammad Kece dilaporkan oleh sejumlah pihak karena konten konten video kontroversial yang diunggahnya di YouTube bersinggungan dengan SARA.
Ucapan Muhammad Kece dalam sejumlah video di YouTube dinilai telah menistakan agama. Polisi pun langsung bergerak mencari keberadaan Muhammad Kece.
Proses penangkapannya ternyata cukup pelik karena Muhammad Kece bersembunyi di area persawahan. Dalam video, terlihat sejumlah polisi dari Dittipidsiber Bareskrim menggiring Muhammad Kece keluar dari area persawahan. Kondisi saat itu tampak gelap. Polisi menggunakan senter untuk menerangi jalan.

“Pak Kace, kenapa Pak Kace lari?” terdengar seorang polisi bertanya kepada Muhammad Kece. “Satu dunia nyari Pak Kace,” timpal polisi lainnya. Di YouTube, Muhammad Kece memang kerap disapa Pak Kace. Dia sendiri bernama asli H Muhamad Kasman.
“Halo. Iya, baru ketemu sekarang. Ini yang menariknya ketemunya di sawah,” ujar Muhammad Kece. Jalannya tampak pincang saat digiring ke mobil. Dalam foto usai penangkapan, dia tampak menggunakan tongkat.

Muhammad Kece ditahan selama 20 hari ke depan. Polri dan Kemkominfo juga melakukan take down atau pemblokiran terhadap video-video Muhammad Kece yang dinilai kontroversial. Hingga kemarin, sudah ada 42 video yang diblokir.
Yahya Waloni Ditangkap
Tak berselang lama, Yahya Waloni ditangkap polisi juga terkait dugaan penistaan agama. Yahya Waloni sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil.

Yahya Waloni dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut Bible itu palsu. Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu.
Yahya Waloni tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2021) .
“(Ditangkap terkait) penodaan agama,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.
Polri menyebut Yahya tidak melawan saat ditangkap.
Menag Apresiasi Polri
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi tinggi langkah cepat Polri menangkap Muhammad Kece dan Yahya Waloni.
“Polri sudah menjalankan kewenangannya dengan baik. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya,” kata Menag Yaqut , 26/08/2021
Yaqut mengatakan penangkapan Muhammad Kece dan Yahya Waloni ini sebagai peringatan bagi semua pihak. Dia menegaskan penghinaan terhadap agama dan simbol agama lain merupakan tindak pidana.
Yaqut mendorong pihak kepolisian agar tegas terhadap kasus-kasus penghinaan agama. Tak hanya itu, dia juga berpesan agar tokoh-tokoh agama bisa mendakwahkan nilai-nilai kabaikan, kasih sayang, dan kedamaian yang diajarkan agama masing-masing.
“Saya mendorong kepolisian tegas terhadap kasus-kasus seperti ini. Dan berharap tokoh-tokoh agama, mendakwahkan agama dengan nilai-nilai kebaikan, kedamaian, kasih sayang, harga menghargai, dan nilai-nilai kebaikan lain yang diajarkan agama. Bukan malah mencaci yang berbeda pemahaman yang justru dilarang oleh agama apapun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yaqut juga meminta agar masyarakat tidak perlu mengomentari bahkan menuding agama lain salah. Dia menyebut perbedaan itu sebagai sesuatu yang dikehendaki Tuhan.
“Yakini kebenaran agama yang dipeluknya saja. Tidak perlu menuding yang berbeda itu salah, sesat atau malah merendahkan. Perbedaan itu sunatullah. Keadaan yang Tuhan sendiri kehendaki. Kenapa harus dipertentangkan?” ucapnya.
Penangkapan Muhammad Kece dan Yahya Waloni oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendapat apresiasi dari dari salah Tokoh Muda Nadhatul Ulama (NU) Zaimul Umam NS. Sebelumnya, Muhammad Kece dibekuk pada Rabu 25 Agustus 2021 disusul Yahya pada hari Kamis 26 Agustus 2021.
“Memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang mampu bertindak tegas kepada oknum-oknum yang berupaya mengoyak persatuan bangsa dengan menista agama,” ujar Zaimul Umam NS melalui pernyataan tertulisnya, Kamis (26/8/2021).
Lantas siapa sebenarnya sosok Muhammad Kace ?
Dilansir dari kanal YouTube pribadinya, MuhammadKece, Muhammad Kece adalah YouTuber yang sudah aktif membuat konten sejak 17 Juli 2020.
Dalam kanal YouTube-nya, konten-kontennya banyak berisi seputar berbicara mengenai Islam.
Konten-konten dari Muhammad Kece juga banyak yang berdurasi lama, bahkan hingga berjam jam.
Terdapat ratusan konten yang telah diunggah Muhammad Kece.
Sebagian besar pada bagian deskripsi di video miliknya tertera sebuah nomor rekening.
Muhammad Kece diketahui berasal dari Jawa Barat.
Diketahui Muhammad Kece memiliki nama lengkap Muhammad Kace Murtadin.
Sosok Muhammad Kece sendiri pun beberapa kali menuai kontroversi terkait agama yang ia anut dan ujaran kontroversialnya.
Kace awalnya memeluk agama Islam.
Namun, pada tahun 2014 ia memutuskan untuk pindah agama.
Semenjak itulah ia kerap membagikan konten yang berisi penghinaan terhadap agama yang ia anut dulu.
Ia membagikan konten-kontennya tersebut melalui akun YouTube miliknya, yakni MuhammadKece.
Kace aktif sebagai konten kreator sejak bulan Juli 2020 lalu.
Konten Kace diisi dengan live streaming yang berdurasi 1-3 jam.
Atas segala kontroversi akan konten kontennya itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi label penista agama kepada Kace.
Siapa Yahya Waloni ini sebenarnya ? Bagaimana latar belakang dan karier Yahya Waloni ?
Profil Yahya Waloni
Yahya Yopie Waloni atau yang lebih dikenal Yahya Waloni adalah seorang penceramah berdarah Minahasa. Ia lahir di Manado, 30 November 1970. Saat ini Yahya Waloni berusia 51 tahun.
Yahya Waloni tumbuh besar di keluarga Kristen yang taat. Meskipun kini profesinya sebagai penceramah, namun dia bukan berasal dari keluarga muslim.
Bahkan Ustadz Yahya Waloni sebelum menjadi seorang penceramah merupakan seorang pendeta. Sebelumnya ia terdaftar sebagai pendeta pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana. Selama menjadi pendeta ia dikenal dengan frontal dan kontroversi.
Hingga Yahya Waloni memeluk agama Islam pada Rabu, 11 Oktober 2006 melalui Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli yang bernama Komarudin Sofa. Ia memeluk agama Islam juga bersama istri dan anak-anaknya.
Setelah memeluk agama Islam, Yahya Waloni mengganti namanya menjadi Muhammad Yahya. Nama istri Yahya Waloni dari Lusiana menjadi Mutmainnah.
Nama anak-anaknya juga diganti dari Silviana menjadi Nur Hidayah, lalu Sarah menjadi Siti Sarah. Kemudian anaknya yang bernama Zakaria tetap menggunakan nama tersebut.
Karier Yahya Waloni
Yahya Waloni pernah menjabat sebagai Rektor di Sekolah Tinggi Theologia (STT) Calvinis Ebenhaezer di Sorong pada tahun 1997-2004. Pada akhir masa jabatannya sebagai rektor tersebut ia kemudian berpindah ke Balikpapan, Kalimantan Timur.
Ia kemudian menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) hingga pada tahun 2006. Yahya Waloni juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD di salah satu kabupaten di Sulawesi Utara.

🌏nikolas s naibaho🌏



















































