JAKARTA – Api datang hampir beruntun. Belum hilang bau hangus di Ciledug, Tangerang, kobaran serupa muncul di Kalideres, Jakarta Barat.
Dalam dua hari, dua kompleks asrama Polri dilalap kebakaran. Kepanikan pun menyebar, menyisakan puing, asap, dan pertanyaan yang belum terjawab.
Kalideres: Api di lantai teratas Kebakaran terjadi di Gedung Blok O Kompleks Asrama Polisi di samping Polsek Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (17/4/2026) siang.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.50 WIB, api masih membara di lantai empat.
Asap hitam tebal membubung, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan dari bawah.
Ruangan di lantai paling atas hangus terbakar. Material atap dan bagian bangunan beberapa kali runtuh dan menimpa mobil yang terparkir di depan gedung.
Salah satu kendaraan, Toyota Avanza berwarna biru, tertimpa reruntuhan di bagian atap, kaca, dan kap depan. Meski demikian, kerusakan tidak tergolong parah.
Warga penghuni, Agung, mengatakan api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.10 WIB.
“Dia kan ini empat lantai, tapi tiga sebenarnya karena paling bawah ini basement buat parkir. Di tiap lantai itu ada empat unit kamar, yang kebakar kayaknya lantaj paling atas,” ucap Agung.
Ia menyebut api merembet melalui material atap.
“Kalau apinya di bawah, enggak akan merembet harusnya. Tapi ini di atas kan masih kayu-kayu triplek, jadi dia merembet,” ujarnya.
Api sempat memicu kepanikan warga. Bahkan, salah satu pemilik rumah terlihat menangis histeris saat melihat tempat tinggalnya hangus terbakar.
Pemadaman cepat, kerusakan terbatas
Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan laporan kebakaran diterima pukul 11.06 WIB.
Sebanyak delapan unit dan 40 personel dikerahkan ke lokasi.
“Jadi kami terima berita bahwa telah terjadi kebakaran. Titik kenalnya di perumahan Polsek Kalideres, Asrama Polisi Kalideres. Jadi kita luncurin pos yang terdekat dari Citra 1, Citra 2, dan sektor, termasuk yang Semanan. Ada delapan unit yang diluncurkan,” ujar Syaiful.
Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 11.27 WIB.
“Alhamdulillah enggak sampai satu jam, setengah jam sebetulnya sudah padam. Cuma mungkin yang agak lama itu proses pendinginan ya, karena kita harus urai-urai barang,” katanya.
Ia memastikan api hanya membakar empat kamar di lantai empat dan tidak merembet ke blok lain.
“Ada empat kamar saja. Di lantai empat. Kanan-kiri jadi satu ini ya, ada depan-belakang,” tuturnya. Syaiful juga memastikan tidak ada korban jiwa.
“Korban sementara nihil, nggak ada. Mudah-mudahan sih enggak ada sama sekali,” ucapnya.
Hingga siang hari, petugas masih melakukan pendinginan.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sehari sebelumnya di Ciledug Sehari sebelumnya, kebakaran juga melanda Asrama Polri Ciledug di Jalan Bhayangkara, Sudimara Barat, Kota Tangerang, Kamis (16/4/2026).
Asap tebal terlihat keluar dari atap rumah, disertai bau hangus yang menyengat. Warga berkerumun menyaksikan proses pemadaman.
Salah satu warga, Arum, mengatakan api muncul sekitar pukul 16.00 WIB.
“Tadi sekitar jam 16.00 WIB kebakarannya. 10 menit kemudian damkar datang,” ujarnya.
Ia menyebut api cepat menyebar karena kondisi angin dan akses yang terbatas.
Tadi mobil damkarnya kan kesulitan buat bisa masuk sementara anginnya juga kencang jadi cepet banget nyebarnya,” kata dia.
Aliran listrik di kawasan tersebut sempat dipadamkan selama proses penanganan.
Api yang belum sepenuhnya padam
Pada malam harinya, kobaran api di Ciledug mulai mereda, namun titik asap masih terlihat di beberapa bagian bangunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan proses pendinginan masih dilakukan.
“Masih proses pendinginan,” ujar Andia.
Petugas terus menyemprotkan air untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Warga juga turut membantu dengan peralatan seadanya.
“Itu masih ada baranya yang nyala,” kata seorang warga.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab kebakaran maupun jumlah pasti bangunan yang terdampak.
Dua kebakaran dalam waktu berdekatan meninggalkan kekhawatiran yang sama.
Di Kalideres, api cepat dilokalisasi. Di Ciledug, api sempat menyebar dengan cepat. Namun di keduanya, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Api memang telah padam.
Tetapi jejaknya di atap yang runtuh, dinding yang hangus, dan kepanikan warga, masih tersisa.

Mar.



















































