Menkes Bawa Kabar Baik Varian Deltacron, Ternyata Mirip Varian Mu dan Lambda

oleh -37 Dilihat

 

Jakarta – Varian ‘hybrid’ Deltacron belakangan menjadi sorotan lantaran dikhawatirkan lebih berbahaya karena Delta dan Omicron sama-sama masuk daftar variant of Concern (VoC) atau varian mengkhawatirkan. Karenanya, gabungan kedua varian tersebut sempat dinilai berisiko memicu gejala COVID-19 berat.

Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi Deltacron tak se-mengkhawatirkan yang dibayangkan. Bahkan, para ahli disebutnya meyakini varian ‘hybrid’ Deltacron, serupa dengan varian Lambd7a dan Mu.

“Itu sebenarnya bukan mutasi itu seperti kombinasi dari dua varian, yaitu varian Delta dan Omicron. Dan sampai sekarang varian tersebut masuk variant under monitoring (VuM), artinya belum dipastikan transmisi-nya lebih cepat atau tidak,” beber Budi dalam konferensi pers, Jumat (18/3/2022).

Lebih severe, lebih parah atau tidak, tapi yang jelas kombinasi Deltacron sudah masuk lama sebulan dan tidak ada progress-nya,” sambung dia.

Varian Lambda dan Mu juga sempat menjadi kekhawatiran para ahli, tetapi rupanya kasusnya cepat mereda dan tidak memicu peningkatan kasus eksponensial seperti Omicron, atau gejala berat seperti COVID-19 varian Delta. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini mengkategorikan Deltacron dalam variant under monitoring.

Artinya, varian tersebut masih terus dipantau apakah memicu gejala berat atau tingkat penularan lebih cepat. Sementara hingga kini, subvarian Omicron BA.2 yang diyakini WHO menjadi varian paling menular.

Varian Lambda dan Mu juga sempat menjadi kekhawatiran para ahli, tetapi rupanya kasusnya cepat mereda dan tidak memicu peningkatan kasus eksponensial seperti Omicron, atau gejala berat seperti COVID-19 varian Delta. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini mengkategorikan Deltacron dalam variant under monitoring.

Artinya, varian tersebut masih terus dipantau apakah memicu gejala berat atau tingkat penularan lebih cepat. Sementara hingga kini, subvarian Omicron BA.2 yang diyakini WHO menjadi varian paling menular.

Edit : Mar

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet

Tinggalkan Balasan