PATI – Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak perlu dipusingkan dengan kartu BPJS Kesehatan, cukup menunjukkan KTP saat berobat.
Saat ini, BPJS Kesehatan tidak lagi menerbitkan kartu secara fisik seiring perkembangan teknologi.
Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Pati Bonaventura Andry Sigmanda saat peringatan HUT ke-54 BPJS Kesehatan di Hotel Safin, Rabu (20/7/2022).
Pada puncak peringatan HUT, BPJS Kesehatan Cabang Pati memberi apresiasi kepada fasilitas kesehatan yang mengikuti lomba video layanan kesehatan.
“BPJS Kesehatan sudah tidak menerbitkan kartu, mungkin sebagian besar masyarakat sudah tahu. Cukup dengan KTP saja bisa mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil lantaran penentuan peserta BPJS Kesehatan mendapatkan layanan adalah sistem.
Selain itu, pernah ada kasus pemalsuan kartu saat pengurusan pendaftaran BPJS Kesehatan dipercayakan kepada orang lain.
Dalam kesempatan itu, Bona secara khusus memaparkan transformasi digital dalam pelayanan BPJS Kesehatan.
Kendati belum sepenuhnya beralih ke digital, setidaknya masyarakat sudah dibiasakan dengan pelayanan berbasis teknologi yang banyak kelebihannya.
Menurutnya, digitalisasi pelayanan, khususnya pada aspek kepesertaan BPJS Kesehatan menjadikan pelayanan efektif dan efisien.
Dia mencontohkan jika dahulu klaim tagihan dari fasilitas kesehatan seperti rumah sakit menyertakan banyak berkas fisik.
“Saat saya masih bertugas di Semarang, pernah menerima klaim dari RSUP Kariadi selama satu bulan dengan berkas satu truk engkel. Itu hanya klaim untuk layanan rawat inap,” kisahnya.
Saat ini, sebagian besar pelayanan sudah tidak menggunakan berkas manual. Dia menyebut, pelayanan digital banyak keuntungannya.
Selain tidak memakai berkas manual, digitalisasi meniadakan biaya distribusi.
Termasuk tidak lagi berpikir tempat untuk mengarsipkan berkas.
Adapun untuk pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan, menurutnya telah banyak dihadirkan. Mobile JKN merupakan aplikasi berbasis layanan dan informasi yang mudah.
Selain itu, ada pula layanan berbasis whatsapp, yakni Pandawa, call center, Chika, dan Vika.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Dany Saputro menyatakan, lomba video bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) itu, untuk meningkatkan pemahaman yang baik atas program JKN.
Sekaligus bersama-sama memberi pelayanan prima bagi peserta BPJS Kesehatan.
Terdapat sejumlah kategori dalam lomba, yakni antrean online, anti diskriminasi kepada peserta JKN, dan promosi kesehatan diabetes dan hipertensi. Semuanya untuk memotivasi pelayanan terbaik.
Selain itu, ada pula layanan berbasis whatsapp, yakni Pandawa, call center, Chika, dan Vika.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Dany Saputro menyatakan, lomba video bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) itu, untuk meningkatkan pemahaman yang baik atas program JKN.
Sekaligus bersama-sama memberi pelayanan prima bagi peserta BPJS Kesehatan.
Terdapat sejumlah kategori dalam lomba, yakni antrean online, anti diskriminasi kepada peserta JKN, dan promosi kesehatan diabetes dan hipertensi. Semuanya untuk memotivasi pelayanan terbaik.
Rumah sakit di Pati dan sekitarnya mendapat apresiasi dalam HUT ke-54 BPJS Kesehatan.

Edit Mar





















































