SINARnews : Diduga Sebelum Tewas, Kuwat Mengancam Brigadir J dengan Pisau

oleh -47 Dilihat
oleh

Jakarta – Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, terkait pisau yang dipegang oleh Kuwat Ma’ruf (KM) pada saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat, pada Selasa 30 Agustus 2022.

Menurut Agus, pisau itu digunakan oleh Kuwat Ma’ruf untuk mengancam Brigadir J.

“Kan sudah banyak beredar info keterangan pacar almarhum J yang menyatakan diancam squad-squad lama,” kata Agus saat dihubungi, Rabu (31/8).

“Si Kuat orang lama bawa pisau (mengancam kalau Almarhum J naik ke atas),” sambungnya.

Ia menegaskan, pisau yang dipakai oleh Kuwat Ma’ruf tersebut digunakan untuk melakukan pengancaman. Hal ini juga dikuatkan dengan pemeriksaan atau keterangan saksi.

“Seperti itu kan cerita almarhum kepada pacarnya (pengancaman) dikuatkan keterangan saksi,” tegasnya.

Sebelumnya, Reka adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J ditutup dengan adegan penyerahan dua buah pisau Kuwat Ma’aruf kepada salah satu ajudan eks Irjen Ferdy Sambo, Deden. Pisau tersebut menjadi pertanyaan apakah dugaan Brigadir J benar dianiaya.

Diketahui pisau yang dibawa oleh sopir Ferdy Sambo, Kuat berawal dari peristiwa di Magelang. Tidak hanya sebuah pisau, Kuat juga membawa satu unit Handy Talky (HT) yang digunakan untuk berkomunikasi.

Dari keterangan Dirtipidum Brigjen Andi Rian pisau yang dibawa Kuat ada kaitannya dengan peristiwa yang ada di Magelang.

“Pisau itu barang bukti terkait satu peristiwa di Magelang, begitu,” ungkap Andi saat ditemui oleh wartawan usai rekonstruksi di rumah dinas Sambo, Selasa 30 Agustus 2022.

Tetapi, Andi tidak merinci fungsi pisau tersebut digunakan pada saat peristiwa apa.

Kendati demikian Brigjen Andi Rian menjelaskan pihaknya bakal kembali memeriksa peristiwa di Magelang.

Dia mengatakan bakal menggali keterangan dari lima orang, empat tersangka terkait peristiwa tersebut.

“Besok konfrontir ada lima orang, PC (Putri Candrawathi), Susi, Kuwat Maruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer,” jelasnya.

Edit : Aron Lastrin .

Tinggalkan Balasan