Banjir Berlumpur Melanda Desa Sihotang Samosir

oleh -1084 Dilihat
oleh

Samosir , Banjir Lumpur dikabarkan melanda Desa Turpuk Sihotang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Senin (13/11) malam.

Kabar ini berawal dari postingan di media sosial yang menulis ‘Di Sihotang Surpu / Air besar bercampur lumpur, Warga Mengungsi Di Sopo Godang Sihotang, Mohon doanya 🙏

Yesmaria Sidabukke, Mahasiswi KKN dari Unika Santo Thomas Medan yang berada di lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara gemuruh sekitar pukul 19.00 WIB.
“Kemudian kami lihat semua warga berlarian, jadi kamipun ikut lari,” ujar Yesmaria.
Ada yang berlari ke arah pelabuhan untuk menyebrrang danau, namun ada yang justru lari ke arah bukit ataupun dataran lebih tinggi demi menghindari banjir lumpur.
“Kami dari mahasiwa dan mahasiswi serta warga di sini ada sekitar 20 orang. Kami kesulitan kalau ke arah pelabuhan, karena aliran banjir,” sebutnya.
Ia bersama warga lainnya saat ini tengah mengungsi di rumah warga yang cukup jauh dari longsor.
Akan tetapi bangunan PAUD dan juga SMP yang ada di Desa Sihotang terkena aliran banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk saat dikonfirmasi menyebutkan hingga saat ini pihaknya sedang fokus mempersiapkan tenda pengungsi bagi warga yang terkena dampak banjir.
“Pengungsi sangat banyak sekali, jadi kami fokus dulu, nanti saya kabari ya,” ujarnya.

Bencana banjir lumpur yang melanda Sihotang, Desa Siparmahan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, mengakibatkan 5 unit rumah rusak parah. Termasuk Gedung SMPN 2 Harian, Gedung PAUD, dan Kantor Desa.
Hal ini disampaikan Kepala Desa Siparmahan, Bertua Sihotang, Selasa (14/11/2023).
Kasi Humas Polres Samosir, Brigadir Vandu Marpaung, mengatakan akibat banjir tersebut warga Desa Sampur Toba dan Desa Siparmahan sudah melakukan pengungsian.
“Sebagian ada ke wilayah Pintu Batu Kecamatan Pangururan dan sebagian mengungsi ke daerah Bukit Holbung Kecamatan Harian,” ujarnya lewat pesan WhatsApp.
Kata Brigadir Vandu, daerah yang terkena akibat banjir yakni, Desa Turpuk Limbong, Desa Janjimartahan, Desa Sampur Toba, dan Desa Siparmahan.
“Hingga saat ini, Polres Samosir dan Polsek Harian sedang melaksanakan pembersiahan di lokasi banjir bandang, melaksanakan penyelidikan dan pendataan warga untuk pengecekan,” terangnya.
Berdasarkan pantauan awak media terlihat ada 3 unit alat berat yang sedang bekerja membersihkan lokasi bencana.
Selanjutnya, akses jalan menuju lokasi cukup sulit ditempuh, mengingat aliran banjir belum juga surut. Dan dijalanan masih dipenuhi lumpur bercampur batu yang dibawa dari dataran tinggi.

nikolas sinar naibaho