Viral Lowongan Babysitter Gaji Rp8,5 Juta di Bekasi, Bikin Dokter ICU hingga Lulusan S2 Rebutan

oleh -757 Dilihat

Viral Lowongan Babysitter Gaji Rp8,5 Juta di Bekasi, Bikin Dokter ICU hingga Lulusan S2 Rebutan

JAKARTA – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah unggahan lowongan pekerjaan untuk posisi pengasuh anak (babysitter). Bukan lowongan biasa, tawaran gaji yang fantastis serta persyaratan medis yang ketat membuat kolom komentar dibanjiri oleh pelamar overqualified, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga lulusan S2!

Kelebohan ini bermula dari unggahan akun Thread @rembersim. Dalam unggahannya, ia mencari seorang babysitter untuk berdomisili di kawasan Bekasi.

Daya tarik utama dari lowongan ini jelas terletak pada gajinya: Rp 8.500.000 per bulan, ditambah janji kenaikan gaji sebesar 10% setelah 6 bulan bekerja. Angka ini tentu jauh berada di atas Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi.

Namun, gaji besar tentu datang dengan tanggung jawab besar. Akun tersebut mematok syarat yang tidak main-main.

Calon pengasuh diwajibkan memiliki sertifikat babysitter resmi, menguasai CPR (Resusitasi Jantung Paru) dan pertolongan pertama pada bayi (first aid baby), serta memiliki sertifikat pelatihan tumbuh kembang anak.

Uniknya, jobdesk yang ditawarkan terbilang cukup “ringan” dan sangat manusiawi.

Pengasuh hanya ditugaskan untuk menemani anak belajar dan bermain (di bawah pengawasan orang tua), membantu merapikan kamar orang tua, menyiapkan air mandi, menyuapi, dan mengajarkan pra-calistung (membaca, menulis, berhitung).

Komentar “Sarkas” tapi Nyata dari Para Tenaga Medis

Banyak dari mereka yang merasa gaji babysitter tersebut justru mengalahkan gaji mereka sebagai tenaga kesehatan profesional.

Akun @amirilarifin yang mengaku sebagai Dokter ICU memberikan balasan yang mengocok perut sekaligus bikin geleng-geleng kepala.

“Saya mau. Saya dokter ICU. Jangankan CPR, Pediatric ACLS sampai intubasi pun saya bisa,” tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa untuk urusan tumbuh kembang, ia terbiasa menggunakan WHO Chart dan Denver.

Pengalamannya sebagai ayah dari dua anak balita hiperaktif membuatnya merasa sangat pantas. “Jadi, di mana saya perlu tanda tangan?” guraunya.

Tak kalah menggelitik, seorang dokter umum dengan akun @bobarvianto ikut “menyentil” realita gaji tenaga kesehatan di Indonesia.

Kok bisa-bisanya gaji babysitter lebih besar dari dokter umum, jangankan CPR sama first aid, ibu mau lahiran juga saya yang lahirin bisa,” komentarnya miris namun memancing tawa.

Bukan hanya dokter, lulusan S2 pun tak mau ketinggalan. Akun @mutiaoktaningrum menjabarkan rentetan kualifikasinya yang mentereng bak sedang melamar ke perusahaan multinasional.

Selain bisa CPR, ia memiliki sertifikat pijat komprehensif pediatri, stimulasi perkembangan, hingga manajemen balita sakit. Hebatnya lagi, ia bisa mengajar bahasa Inggris dasar dengan skor TOEFL 580 dan bergelar S2.
“Drop CV kemana?” tanyanya antusias.

Potret Realita Gaji Profesional di Indonesia

Unggahan yang viral ini seolah menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, hal ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap profesi domestik seperti babysitter, terutama untuk keluarga kelas menengah ke atas yang sadar akan pentingnya parenting dan keselamatan anak semakin tinggi.

Orangtua rela membayar mahal demi keamanan dan perkembangan optimal buah hatinya.

Namun di sisi lain, kolom komentar yang dibanjiri oleh para profesional medis ini menjadi tamparan keras mengenai standar gaji tenaga kesehatan dan pendidikan di Indonesia.

Fakta bahwa seorang dokter spesialis atau lulusan magister rela berseloroh ingin menjadi babysitter membuktikan bahwa kesejahteraan pekerja profesional di negeri ini masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Kira-kira, siapa ya yang akhirnya berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pekerjaan impian di Bekasi ini? Apakah seorang babysitter profesional, atau malah seorang dokter ICU? Kita tunggu saja update selanjutnya!

Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet