Polemik “Jokowi: The King of Lip Service”, Berujung Isu Rektor UI Rangkap Jabatan di BUMN

  • Whatsapp

JAKARTA – 29 Jun 2021, media sosial dihebohkan dengan unggahan poster bertajuk “Jokowi: The King of Lip Service” di akun Twitter BEM Universitas Indonesia (UI).

 

Meme dan poster bergambar Presiden RI itu dibuat untuk mengkritik Presiden Jokowi yang ucapannya dinilai sering kali berbanding terbalik dengan realitas.

Polemik poster Jokowi itu terus bergulir hingga membawa nama Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro diduga melanggar aturan rangkap jabatan.

Pasalnya, selain menjabat sebagai rektor, Ari juga diketahui menjabat sebagai komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro diduga telah melanggar statuta UI karena merangkap jabatan sebagai pejabat di BUMN.

Diketahui, Ari terpilih sebagai Rektor UI pada Desember 2019 menggantikan Muhammad Anis.

Di jagat maya, nama Ari disebut-sebut menjabat sebagai komisaris di Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pegiat antikorupsi Donal Fariz dalam akun Twitter-nya, Minggu (27/6/2021), menyebut Ari Kuncoro saat ini menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama BRI.

“Rektor UI Prof Ari Kuncoro itu Wakil Komisaris Utama BRI. Sebelumnya Komut BNI,” tulis Donal, Minggu.

Dari penelusuran Kompas.com, Ari pernah diangkat menjadi Komisaris Utama BNI melalui Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham pada 2 November 2017.

Ketika itu, di UI, Ari masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Larangan rangkap jabatan Rektor UI pada petinggi BUMN tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta Universitas Indonesia.

Sebelumnya, Ari juga pernah menduduki posisi Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

Pria dengan latar belakang pendidikan ekonomi itu diangkat menjadi Komisaris Utama/Independen BNI melalui RUPST BNI dan menjabat sampai dengan 2020.

Hingga kini Tribun-video.com, telah mencoba mengonfirmasi perihal ini kepada Ari Kuncoro.

Namun, hingga berita ini ditayangkan dia tidak merespons. ini disusun.

Sebelum isu ini beredar, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik Presiden
Joko Widodo (Jokowi) lantaran sering mengobral janji manis yang kerap tidak direalisasikan.

Jokowi dicap sebagai The King of Lip Service alias Raja Membual.

Kritikan itu disampaikan melalui postingan BEM UI di twitter dan mendapat respons beragam dari warga net atau netizen.

“Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya,” tulis BEM UI melalui akun Twitter resmi @BEMUI_Official, dikutip Minggu (27/6).

Kritik yang sama juga dimuat situs resmiBEMUI.

BEM UI turut memuat ilustrasi beserta referensi tautan pemberitaan yang memperlihatkan kontradiksi pernyataan Jokowi.

Tak berselang lama dari postingan tersebut, pihak UI memanggil sejumlah pengurus BEM UI.

Edit : Mt

DETIK
banner 400x130
lastrinlivestreaming

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.