JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut pemilihan peserta uji coba atau soft launching Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan dilakukan melalui pendaftaran.
Namun, ada beberapa kriteria yang akan diutamakan untuk ikut uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung mulai 18 Agustus mendatang.
Salah satunya ialah masyarakat yang berada di sekitar stasiun KCJB, yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar.
“Mekanismenya nanti orangnya didaftarkan, terutama mereka-mereka yang berdekatan dengan itu (stasiun KCJB) dan tokoh-tokoh termasuk kalian (media),” ujarnya saat ditemui di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (28/6/2023).
Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menambahkan, penentuan kriteria peserta uji coba KCJB masih dibahas oleh para pemangku kepentingan mulai dari Kemenhub, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan operator KCJB.
“(Kriteria peserta uji coba) itu nanti akan ditetapkan bersama ya, kan di KCIC stakeholdernya banyak,” ucap Adita.
Dia bilang, peserta uji coba ini diutamakan merupakan orang-orang yang dapat membantu operator KCJB yakni PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mensosialisasikan KCJB.
Sebab setelah uji coba terbatas pada 18 Agustus mendatang, KCJB ini akan mulai dioperasikan secara komersil pada Oktober 2023.
Oleh karenanya, KCJB sangat membutuhkan sosialisasi yang masif agar lebih banyak masyarakat yang mendapat informasi.
“Yang utama sih sebenarnya nanti sistem kita lihat yang bisa membantu mensosialisasikan KCIC termasuk teman-teman media, para influencer, pengamat, komunitas itu,” ungkapnya.

Edit Mar.



















































