Tren Ramai Kabar 4,9 Juta Data Nasabah BCA Bocor di Dark Web, BCA Buka Suara

oleh -18 Dilihat

JAKARTA – Isu dugaan kebocoran data nasabah Bank Central Asia (BCA) ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Perbincangan tersebut mencuat setelah muncul unggahan yang menyinggung adanya data nasabah BCA yang diduga diperjualbelikan di forum dark web.

Salah satu unggahan yang ramai dibahas berasal dari akun Instagram @filo******** pada Kamis (21/5/2026).

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa terdapat sekitar 4,9 juta data nasabah serta 890 ribu akses mobile banking BCA yang diduga bocor.

“Sebuah akun intelijen ancaman siber terkemuka, Dark Web Intelligence (DailyDarkWeb), melaporkan adanya dugaan kebocoran data berskala besar yang menargetkan nasabah perbankan di Indonesia,” tulis unggahan tersebut.

Unggahan itu juga menyebut bahwa pelaku ancaman siber (threat actors) mengeklaim telah memiliki sekaligus memperjualbelikan database dan hak akses aplikasi BCA Mobile di forum dark web. Informasi tersebut langsung memicu kekhawatiran publik, terutama terkait keamanan data dan akses layanan perbankan digital.

Lantas, benarkah terjadi kebocoran data nasabah BCA dan diperjualbelikan di dark web?

Benarkah data nasabah BCA bocor di dark web?

EVP Corporate Communication & Social Responsibility, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa isu kebocoran data nasabah BCA yang disebut diperjualbelikan di dark web tidak benar.

Ia memastikan tidak ada kebocoran data yang berasal dari sistem internal BCA.

“Sehubungan dengan informasi di media sosial yang menyebutkan adanya kebocoran data BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera saat dikonfirmasi Wartawan, Jumat (22/5/2026).

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi menyeluruh terkait informasi yang beredar di media sosial.

Berdasarkan hasil penelusuran internal, BCA memastikan data nasabah tetap aman dan tidak ada indikasi kebocoran dari sistem perusahaan.

“Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA. Kami memastikan bahwa data nasabah tetap aman,” tambah Hera.

Ia menjelaskan, BCA terus melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi keamanan berlapis serta berbagai langkah mitigasi risiko untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BCA dan bertujuan memperoleh data pribadi nasabah.

“Kami juga mengimbau nasabah untuk selalu berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BCA dan berbagai modus penipuan yang bertujuan untuk mengetahui data nasabah,” jelasnya.

Nasabah diminta untuk tidak pernah membagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia, seperti BCA ID, password, One Time Password (OTP), maupun Personal Identification Number (PIN) kepada siapa pun.

Nasabah juga disarankan untuk mengganti PIN dan password secara berkala guna menjaga keamanan akun.

“Untuk informasi lebih lanjut, nasabah dapat menghubungi layanan resmi Halo BCA melalui nomor 1500888 dan aplikasi haloBCA, WhatsApp Bank BCA di 0811-1500-998, akun X @HaloBCA, layanan webchat di BCA, maupun email resmi halobca@bca.co.id,” jelasnya.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet