Doa Rosario Mencekam, 12 Mahasiswa di Tangerang Selatan Diancam, Korban 3 Orang

oleh -756 Dilihat

TANGERANG SELATAN – Terjadi aksi pembubaran ibadah Doa Rosario mahasiswa Katolik di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Minggu (5/5/2024) malam.

Informasi yang dihimpun, tindakan anarkis ini didalangi oleh Ketua RT setempat, yang melakukan provokasi, disertai dengan nada suara yang tinggi.

Pada saat itu sejumlah mahasiswa Katolik sedang berdoa Rosario. Mereka dibubarkan paksa oleh kelompok yang dipimpin oleh Ketua RT 007 tersebut, disertai kata-kata yang kasar.

Para mahasiswa yang sedang berdoa itu diminta untuk menjalankan ibadah di gereja, jangan di tempat kost.

Doa Rosario merupakan kegiatan umat katolik yang digelar setiap Mei dan Oktober, setiap hari selama sebulan. Biasanya dilakukan berkelompok dalam jumlah terbatas.

Video beredar, para perusuh membawa senjata tajam. Hal ini membuat suasana yang awalnya damai itu berubah menjadi mencekam.

Pelaku juga melakukan aksi penganiayaan. Dua orang perempuan peserta Doa Rosario malam itu mengalami luka sayatan.

Selain itu satu orang pria yang berasal dari Jonggol, yang sedang berusaha melindungi mahasiswa yang ketakutan itu turut juga dianiaya kelompok anarkis.

Pria itu mengalami luka parah. Dia merupakan seorang pemuda muslim yang berusaha menghalau ganasnya kelompok yang saat itu melakukan intimidasi.
Kasus ini sudah dilaporkan ke kepolisian. Mahasiswa didampingi oleh pengacara melaporkan langsung beberapa saat usai terjadi pengeroyokan terhadap umat yang sedang ibadah.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alvino Cahyadi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan saat ini kasus tersebut tengah diselidiki oleh pihaknya.

“Terkait perkara dugaan tindak pidana sedang kami tindak lanjuti. Saat ini dalam proses penyelidikan,” singkat Alvino kepada wartawan, Senin (6/5/2024).

Termasuk soal adanya informasi jika ada seseorang yang ditusuk dalam peristiwa tersebut. “Masih diselidiki,” ungkapnya.

Informasi terbaru, polisi sudah mendatangi ke lokasi kejadian, dan juga klarifikasi kepada sejumlah pihak.

“Sasih diselidiki di TKP,” ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alvino Cahyadi.
Pada unggahan yang ramai diperbincangkan di @KatolikG, kegiatan berkumpul untuk berdoa pada Mei, biasa dilakukan umat Katolik.

“Sangat biasa apabila komunitas Rohani berkumpul dan berdoa Rosario,” kutip akun X tersebut.

Disebutkan, mahasiswa Katolik Universitas Pamulang berkumpul di Sebuah rumah di Victor Serpong.

Mereka berdoa Rosario malah digeruduk pak RT dan sejumlah warga yang membawa sejam.

“Bawa sajam untuk membubarkan dan memukuli para mahasiswa yang sedang berdoa. Beruntung tidak Ada korban jika,” tutup tulisan tersebut.

Edit Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet