Jakarta – Kasus kekerasan rumah tangga yang dialami oleh selebgram Cut Intan Nabila penting untuk disimak oleh publik. Berikut ini beberapa fakta mengenai kasus KDRT Cut Intan Nabila sebagai korban dari suaminya yang keji.
1. Anak ikut tertendang
Saat kejadian KDRT yang dialami oleh Intan, terlihat dari rekaman CCTV bahwa ada anak mereka yang terbaring di atas kasur. Bayi mungil tersebut turut menjadi korban karena tertendang oleh suami Intan.
Anak kecil tak bersalah itu harus menjadi saksi kekerasan yang dialami ibunya, serta ikut terkena sepakan bapaknya. Suami Intan yang diselimuti amarah seperti binatang itu terlihat juga menggeser si bayi dengan kakinya
2. Tanggapan Komnas Perempuan
Berbagai pihak berempati dan merespon kekerasan yang diderita oleh Intan. Komisioner Komnas Perempuan, Dr. Imam Nahe’i, menyampaikan bahwa pihaknya menyesalkan kejadian kekerasan terhadap seorang perempuan baik di dalam rumah tangga maupun ruang publik.
Komnas Perempuan meminta aparat bergerak cepat menindaklanjuti kasus KDRT tersebut. Pihaknya juga mengatakan bahwa pemerintah perlu terus melakukan upaya pencegahan kekerasan, termasuk lewat sosialisasi UU PKDRT.
3. Keluarga kecewa berat
Siapa yang tak marah besar jika ada anak atau keluarga yang menerima perlakuan kekerasaan? Keluarga Cut Intan Nabila telah mendengar KDRT yang dialami oleh anaknya tersebut dan mengungkapkan kekecewaannya atas perilaku Armor.
Salah satu perwakilan keluarga, Hanafi Hasan, mengatakan terkejut atas sikap Armor yang melakukan KDRT terhadap Intan. Hanafi juga menyerahkan kasus kekerasan tersebut kepada pihak kepolisian.
4. Suami Intan sudah ditangkap
Polres Bogor telah mengamankan suami Intan pasca kejadian KDRT tersebut ramai diperbincangkan. Tim kepolisian menangkap Armor di sebuah hotel di Kemang, Jakarta Selatan. Pelaku juga sudah digelandang untuk menjalani pemeriksaan di kantor kepolisian.
5. Armor akui tidak memikirkan anak
Ketika menjalani pemeriksaan oleh pihak yang berwajib, Armor mengaku tidak memikirkan kondisi buah hatinya. Dirinya mengatakan tidak memikirkan ketiga anaknya ketika melakukan KDRT terhadap istrinya.
Armor mengaku bersalah dan juga tidak memberikan pembelaan. Armor mengungkapkan bahwa dirinya pernah melakukan KDRT di depan anak-anaknya. Lebih lanjut, ia mengaku hal tersebut paling kerap terjadi ketika dirinya berdua dengan sang istri.
6. Tetangga dan Ortu tahu soal KDRT
Armor mengatakan kalau KDRT yang ia lakukan kepada Intan telah diketahui banyak pihak. Selain diketahui orang tua, tindakan kekerasannya tersebut juga diketahui oleh tetangganya. Hal ini ia ungkapkan ketika diperiksa di kantor kepolisian.





















































