Samosir – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI membuktikan keseriusannya membangun Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Tele sebagai sentra pengembangan bawang putih dan komoditas hortikultura lainnya di Kabupaten Samosir.
Bukti nyata itu terlihat dengan dimulainya pembangunan jaringan listrik untuk pengoperasian pompa air yang akan digunakan mengairi lahan pertanian KPT Tele.


Bupati Vandiko Tinjau Langsung Pembangunan Pompa Air
Pada Selasa (21/7/2026), Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Samosir Parluhutan Samosir meninjau langsung progres pembangunan pompa air di KPT Tele.
Bupati didampingi Kadis Pertanian Tumiur Gultom, Camat Harian, dan Plt. Kepala Desa Hariara Pintu.
“Kita berterima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Menteri Pertanian yang telah mewujudkan pembangunan jaringan listrik dan pompa air di KPT Tele. Ini adalah langkah konkret untuk mendukung petani kita,” ujar Bupati Vandiko.
Dari Survei ke Realisasi, Target 300 Ha Jadi Sentra Bawang Putih
Pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan pada Selasa, 5 Mei 2026 lalu. Saat itu Kementerian Pertanian, Kemenko Pangan, Kementerian PU, dan PLN telah melakukan survei ke KPT Tele untuk memastikan kesiapan lahan.
Lahan seluas 300 hektar di KPT Tele akan dikembangkan menjadi sentra produksi bawang putih terbesar di Sumatera Utara. Program ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Swasembada Bawang Putih.
Dengan adanya jaringan listrik dan pompa air, petani di KPT Tele tidak lagi terkendala pengairan. Diharapkan produktivitas bawang putih dan tanaman hortikultura lainnya dapat meningkat signifikan, sehingga mampu menekan ketergantungan impor dan menyejahterakan petani Samosir.
Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen terus mengawal dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat hingga KPT Tele benar-benar menjadi lumbung bawang putih nasional.





















































