Bukan Sekedar Burung Tunggangan (GALARUWA Menyambut Dirgahayu RI ke-81)

oleh -2176 Dilihat

(Bagian 1/8)
Santiamer Silalahi, Ketua Umum Jaga Pancasila Zamrud Khatulistiwa *(GALARUWA* )

Pernahkah kita merenung, mengapa Lambang Negara kita berwujud *burung Garuda*? Bukan Singa, bukan Macan?

Ribuan tahun lalu di India kuno, nama *Garuda* lahir dalam kitab Mahabharata. Ia bukan sekadar hewan. Ia adalah Raja Burung.

Kisah Pembebasan Jiwa
Garuda lahir dari rahim *ketulusan*. Ibunya, Winata, diperbudak oleh kaum naga. Demi membebaskan sang ibu, Garuda rela bertarung melawan para dewa untuk merebut  *_Tirta Amerta_* (Air Suci Kehidupan).
Ia tidak mencari kekayaan. Ia mencari *KELAYAKAN* dan *KEMERDEKAAN* ibunya.

*Kemitraan, Bukan Perbudakan*

Melihat kesucian hati Garuda, Dewa Wisnu turun. Wisnu memberikan air suci itu, dan Garuda dengan sukarela menawarkan diri menjadi kendaraan (wahana) Wisnu.

Ini bukan hubungan majikan dan budak. Ini adalah hubungan *KEMITRAAN* berbasis moralitas. Wisnu melambangkan Sumber *Keadilan,* sedangkan Garuda melambangkan *Eksekutor yang Cepat dan Gagah* .

Renungan Hari Ini:
Jika hari ini kita *hanya* menghafal Pancasila tanpa memiliki *mentalitas “Garuda”* yang *berani bertarung* demi membebaskan rakyat dari perbudakan modern ( *kemiskinan dan ketidakadilan* ), maka kita telah mengkhianati segel asli sejarah kita sendiri.

*Pancasila adalah jiwanya, Garuda adalah raganya.*

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Aron Jonathan Lastrin Naibaho, S.H. adalah anggota PWI dengan No: 09.00.21227.22B dan juga anggota Dewan Pers dengan nomor Sertifikat Kompetensi nomor UKW : 20192-PWI/WDa/DP/IX/2021/11/04/99 sesuai peraturan Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/X/2018.


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Aron Jonathan Lastrin Naibaho, S.H. adalah anggota PWI dengan No: 09.00.21227.22B dan juga anggota Dewan Pers dengan nomor Sertifikat Kompetensi nomor UKW : 20192-PWI/WDa/DP/IX/2021/11/04/99 sesuai peraturan Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/X/2018.