Bangunan Bauhaus Bersejarah di Tel Aviv Porak-poranda Usai Dihantam Rudal Iran

oleh -925 Dilihat

Jakarta – Beberapa hari terakhir, Iran luncurkan serangan rudal kepada Israel. Serangan itu tak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak salah satu bangunan bersejarah di kawasan Kota Putih Tel Aviv.

Bangunan bergaya Bauhaus yang menjadi bagian dari lanskap arsitektur modern kota tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah ledakan roket menghantam area di sekitarnya. Gedung berwarna putih dengan tangga ikonik yang menghiasi, beberapa bagiannya telah runtuh dan puing bangunan porak-poranda.

Dilansir dari The Times of Israel, Sabtu (7/3/2026), serangan Iran pada Sabtu malam menghancurkan sebuah gedung apartemen di dekat Jalan Yehuda Halevi dan merusak bangunan bersejarah di sebelahnya. Serangan itu menewaskan seorang pengasuh asal Filipina, serta melukai lebih dari 24 orang lainnya.

Ledakan dahsyat tersebut tak hanya meruntuhkan gedung apartemen yang menjadi sasaran, tetapi juga menghancurkan bagian penting dari bangunan Bauhaus yang berdiri tepat di sampingnya. Bangunan itu dikenal sebagai salah satu harta arsitektur di kawasan Kota Putih Tel Aviv yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Arsitek Alon Bin Nun, yang perusahaannya pernah melakukan restorasi bangunan tersebut lebih dari satu dekade lalu, mengatakan kerusakan yang terjadi membuat gedung itu tak lagi dapat dihuni.

“Saat ini tidak ada yang bisa tinggal di sana. Semua jendelanya pecah, saat ini tidak layak huni,” ujar Bin Nun dikutip dari The Times of Israel.

Selain merusak bangunan bersejarah, ledakan tersebut juga menghancurkan kafe populer yang berada di lantai dasar gedung Grasyani House. Tempat yang selama ini menjadi toko roti sekaligus kedai kopi favorit warga sekitar itu dilaporkan hancur akibat dampak ledakan rudal.

Pihak Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel menyatakan bahwa ledakan disebabkan oleh rudal balistik Iran yang menghantam area tersebut secara utuh, bukan sekadar puing-puing rudal. Rudal itu disebut membawa hulu ledak seberat beberapa ratus kilogram sehingga menciptakan kawah besar dan kerusakan luas bangunan di sekitarnya.

Bangunan yang rusak itu berada di Yehuda Halevi 123 dan merupakan contoh arsitektur Bauhaus yang cukup terkenal di kawasan Kota Putih Tel Aviv. Menurut laporan, bangunan tersebut dibangun antara tahun 1935 hingga 1937 dan masih dimiliki sebagian oleh kelompok Yahudi Ashkenazi yang bermigrasi dari Eropa Timur, keluarga Gourevitz.

Dilansir dari Artdependence, komunitas arsitektur dan pelestari bangunan bersejarah di Tel Aviv turut menyampaikan duka atas kerusakan tersebut. Pusat Bauhaus Tel Aviv menegaskan bahwa bangunan tersebut memiliki nilai simbolik bagi kota.

“Rumah-rumah ini lebih dari sekadar beton dan balkon. Bangunan itu adalah simbol kelangsungan hidup, modernitas, dan pembangunan kembali kehidupan di Tel Aviv, Kota Putih,” tulis Pusat Bauhaus, seperti dikutip Artdependence.

Bangunan tersebut dikenal karena desain tangga eksternal melengkungnya yang ikonik serta fungsi campuran sebagai hunian dan ruang komersial. Filosofi arsitektur Bauhaus memang dirancang untuk menghadirkan hunian yang efisien bagi masyarakat kota modern.

Sebagai informasi, Bangunan Bersejarah ini merupakan bagian dari situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO sejak 2003. Tel Aviv yang dikenal sebagai kawasan White City memiliki ribuan bangunan bergaya Bauhaus yang dibangun pada 1930 oleh arsitek Eropa yang bermigrasi.

Bangunan bersejarah tersebut sejak awal masuk dalam program pelestarian yang dikenal sebagai Lev Ha’Ir atau rencana konservasi pusat kota. Program ini berkaitan dengan julukan Tel Aviv sebagai Kota Putih, yang merujuk pada banyaknya bangunan bergaya Internasional atau Bauhaus di kawasan tersebut. Konsentrasi arsitektur modern inilah yang kemudian membuat Tel Aviv ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2003.

Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet