Kesaksian Korban Selamat dari Tragedi Kanjuruhan, Lihat Ada Batako, Bambu hingga Besi Melayang

oleh -65 Dilihat

Seorang korban selamat dalam laga pertandingan Arema FC vs Persebaya menceritakan bagaimana kericuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi.

Melalui akun Twitter pribadinya, korban selamat yang diketahui bernama Rezqi itu melihat batako, bambu hingga besi melayang di stadion.

Ia juga melihat para supporter yang lemas bergelimpangan karena gas air mata.

Melalui akun @RezqiWahyu_05, korban selamat itu mengatakan bahwa di awal pertandingan semua berjalan normal pada Sabtu (1/10/2022) pukul 20.00 WIB.

“Kick off dimulai dan pertandingan berjalan aman, tanpa kericuhan sedikitpun.. Yang ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke arah pemain persebaya,” tulis unggahan tersebut.

Kemudian, saat istirahat sempat terjadi keributan di beberapa titik namun masih bisa dikendalikan oleh aparat keamanan. Di babak kedua,

Persebaya berhasil mencetak gl dan Arema terus menggempur lawan namun gawang Persebaya tidak berhasil dibobol.

Saat di menit terakhir pluit dibunyikan yang menandakan permainan berakhir, saat itu pula Aremania kecewa dan tertunduk lesu.

“Hingga peluit akhir dibunyikan arema tidak bisa menambah golnya, dan harus menerima kekalahan.
Di sinilah awal mula tragedi dimulai… Setelah peluit dibunyikan, para pemain Arema tertunduk lesu dan kecewa,” jelas fans Arema sedari tahun 2007 itu.

Kemudian ada satu orang suporter yang dari arah tribun selatan nekat masuk ke lapangan mendekati Sergio Silva serta Maringa dan memberikan motivasi kritik kepada mereka.

Melihat hal tersebut kemudian ada lagi beberapa oknum penonton yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema.

Namun, semakin banyak fans Arema berdatangan, semakin ricuh kondisi stadion.

Aksi penonton yang menerobos ke dalam stadion itu diikuti dengan lempar-lempar berbagai macam benda ke arah lapangan dan para suppoter yang semakin tidak terkendali.

Kerusuhan semakin menjadi saat aparat menembakan gas air mata ke arah tribun penonton.

Mendapatkan gas air mata, penonton yang ada di tribun panik dan berlarian mencari pintu keluar.

Namun pintu keluar pun sudah penuh dan di sinilah tragedi kematian 127 supporter terjadi.

“Di dalam stadion mereka sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan ke berbagai arah Sedangkan untuk keluar stadionpun enggak bisa karena macet penuh sesak di pintu keluar. Di luar stadion banyak yang terkapar dan pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata,” jelas penonton tersebut.

Sampai pukul 22.30 masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat dan pengeroyokan suporter terhadap aparat yang dianggap mengurung mereka di dalam stadion dengan puluhan gas air mata.

Kondisi di dalam Stadion Kanjuruhan pun semakin mencekam.

Banyak suporter lemas bergelimpangan dan berlumuran darah.

Bahkan ada batu batako, besi, hingga bambu berterbangan di tengah kondisi chaos tersebut.

“Kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.. Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita.. supporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata” makian dan amarah… Batu batako, besi dan bambu berterbangan,” jelas unggahan tersebut.

Edit Mar

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet

Tinggalkan Balasan