Lulusan Terbaik Singapura pun Nganggur, Kirim 300 Lamaran Kerja Tetap Ditolak

oleh -989 Dilihat

Jakarta – Susahnya mencari pekerjaan bagi lulusan baru atau Fresh graduate nampaknya terjadi hampir di setiap negara. Di Singapura, sebagian lulusan baru dari Universitas ternama pun sulit mencari kerja.

Berdasarkan laporan The Straits Times yang dikutip Selasa (28/7/2026), sulitnya mencari pekerjaan juga dialami Ho, pria berusia 25 tahun yang merupakan lulusan terbaik di angkatannya dari sebuah universitas di Singapura. Meski telah menyelesaikan empat program magang, termasuk di DBS Bank, menghadiri sekitar 10 bursa kerja dan acara networking, serta mengirim lebih dari 300 lamaran, ia belum juga berhasil memperoleh pekerjaan penuh waktu di sektor keuangan.

Dari ratusan lamaran yang dikirim, Ho hanya mendapat respons dari sekitar 10 perusahaan dan berhasil mencapai tahap wawancara akhir sebanyak lima kali. Namun, seluruh proses tersebut belum berujung pada tawaran kerja.

Berbeda dengan Ho, seorang lulusan farmasi berusia 24 tahun yang meminta namanya disamarkan menjadi Ong justru mengalami proses yang jauh lebih mudah.

Di mana ia mulai melamar posisi pelatihan pra-registrasi, yang merupakan syarat wajib sebelum memperoleh izin praktik. Selain menghadiri acara rekrutmen yang diselenggarakan universitasnya, ia hampir tidak melakukan upaya lain.

Semua rumah sakit yang ia lamar memberikan tawaran kerja kepadanya. Banyak teman seangkatannya juga menerima tawaran kerja pada hari yang sama dengan wawancara, bahkan beberapa langsung mendapat penawaran saat wawancara berlangsung.

Pengalaman Ho dan Ong mencerminkan dua realitas yang sangat berbeda yang dihadapi para lulusan baru. Sebagian harus mengirim ratusan lamaran hanya untuk diabaikan, digantung tanpa kepastian, atau ditolak. Sementara yang lain menggambarkan proses mencari kerja sebagai sesuatu yang hampir mulus dan tanpa hambatan.

Perbedaan tersebut mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja di mana lowongan memang tersedia, tetapi tidak selalu berada di sektor yang menjadi incaran banyak lulusan.

Data Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) menunjukkan setiap tahunnya, sekitar 25.000 hingga 30.000 lulusan sarjana memasuki dunia kerja. Sementara itu, jumlah lowongan entry level tetap relatif stabil, yakni lebih dari 32.000 posisi dalam beberapa kuartal terakhir.

Beberapa industri secara konsisten menawarkan jauh lebih banyak peluang kerja entry level dibandingkan sektor lainnya. Industri tersebut antara lain administrasi publik dan pendidikan, layanan kesehatan dan sosial, serta sektor konstruksi dan manufaktur yang banyak membutuhkan tenaga teknik dan quantity surveyor.

Sektor yang paling ramah bagi lulusan baru adalah administrasi publik dan pendidikan, serta layanan kesehatan dan sosial. Di sektor-sektor tersebut, lebih dari separuh lowongan cocok untuk pelamar yang memiliki sedikit atau bahkan belum memiliki pengalaman kerja.

Sementara itu, sektor manufaktur, konstruksi, transportasi dan pergudangan, jasa makanan dan minuman, serta layanan administrasi dan pendukung juga menawarkan peluang yang cukup besar, dengan lebih dari empat dari setiap 10 lowongan terbuka bagi pelamar entry-level.

Di sisi lain, sektor informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan dan asuransi merupakan dua industri yang paling banyak diminati lulusan baru karena menawarkan gaji awal yang lebih tinggi, fasilitas yang menarik, dan prospek karier yang baik.

Namun, berdasarkan data terbaru MOM untuk kuartal I 2026, hanya 22,2% lowongan di sektor informasi dan komunikasi yang merupakan posisi entry level. Di sektor jasa keuangan dan asuransi, angkanya hanya sedikit lebih tinggi, yakni 25,3%.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet