Dalam Sehari 72 Warga Meninggal akibat Covid-19 , Pemkot Bekasi Berlakukan PPKM Mikro Darurat

  • Whatsapp

Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan bahwa 72 warganya meninggal dunia akibat Covid-19 pada Selasa (29/6/2021).

Rahmat Effendi ambil langkah untuk menetapkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro atau PPKM Mikro darurat. Kebijakan tersebut berlaku hari Rabu (30/6/2021).
“Pasiennya bertambah, kapasitas pelayanan kesehatannya terganggu sampai dengan proses pemakaman. Maka saya tetapkan di Kota Bekasi, PPKM Mikro Darurat,” kata Bang Pepen sapaan akrab Rahmat Effendi.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bekasi mendirikan posko satgas penanganan Covid-19 di tingkat RW.

Penyebaran Covid-19 di Bekasi cukup mengkhawatirkan. Pasien pun membludak. Hari ini ada 640 pasien yang terpapar Covid-19. Di mana di Bekasi totalnya 53.768 kasus.
Bang Pepen menekankan, pihaknya sudah meminta rumah sakit swasta meningkatkan kapasitas hingga 40% untuk pasien dengan positif Covid-19.
Pemkot Bekasi juga melakukan pemilihan dalam penanganan warga yang terpapar Covid-19, yakni mengarahkan mereka yang bergejala ringan agar melakukan isolasi mandiri.

“Jadi kalau yang cuma mencret yang cuma pusing isolasi di rumah, tapi kalau yang sudah sesak napas bawa ke IGD, karena di sini ada dokter, di sini ada oksigen. Kalau ada yang komorbid ada apa-apa bawa ke rumah sakit umum,” ujar Rahmat.
Apalagi, RSUD Kota Bekasi yang merupakan rumah sakit rujukan utama COVID-19 di Provinsi Jawa Barat, sudah diisi sebanyak 75% oleh pasien COVID-19. ”Nah kan pasiennya membeludak, BOR-nya melewati batas kewajaran, sementara kapasitas kita rumah sakit saya sudah minta 75% untuk COVID-19 dan 25% untuk non-COVID-19,” ucapnya.

Terlebih lagi, 8 tenda triase yang didirikan di halaman parkir RSUD Bekasi hingga kini masih dipenuhi pasien yang mengantre giliran untuk mendapatkan ruang perawatan. Seiring dengan melonjaknya jumlah pasien di rumah sakit, banyak tenaga kesehatan yang mulai terpapar COVID-19 dan mencapai ratusan.

Sementara, Bang Pepen mengatakan juga lahan pemakaman juga ternyata sudah menipis.

“Ada peningkatan kematian yang luar biasa,” tuturnya.

Selain itu, operasional tempat usaha tak diperbolehkan dibuka hingga di atas pukul 20.00 WIB. Namun demikian, pihaknya memberikan kelonggaran dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan. ”Jam operasional kan sudah ditargetkan, sama pemerintah enggak boleh lebih dari jam 20.00 WIB, sepanjang dia tak melanggar prokes sebenarnya enggak ada masalah,” tandasnya.

Niko

DETIK
banner 400x130
lastrinlivestreaming

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.