Penyandang Disabilitas dan Milenial Belajar Membatik

  • Whatsapp

SEMARANG, 10/10/21 – Komunitas Batik Sobokarti melatih puluhan penyandang disabilitas dan kaum milenial untuk belajar membatik. Selain bertujuan agar mencintai produk dalam negeri, pelatihan ini sebagai upaya melestarikan budaya membatik, sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia, serta sebagai bekal ketrampilan usaha mereka kedepannya.

Dengan menggunakan canting, penyandang disabilitas dan kaum milineal ini belajar membatik di Gedung Perkumpulan Seni Sobokarti Kota Semarang. Ada yang membuat batik motif ikon Semarang seperti warak, daun asam hingga beragam bunga. Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi Komunitas Batik Sobokarti yang telah mendapampingi pelatihan membatik bagi penyandang disabilitas dan kaum milenial.

“Hari ini di Sobokarti ada kegiatan yang sangat luar biasa yaitu pelatihan membatik tetapi yang dilatih adalah anak-anak milenial dan anak-anak penyandang disabilitas. Sehingga ini adalah salah satu bagaimana budaya ini harus diuri-uri juga dicintai oleh anak-anak milenial saat ini,” kata Hevearita Gunaryanti Rahayu.

“Seneng banget tadi malam dikabari bahwa akan ada membatik bersama di Sobokarti. Jadi kita ramai-ramai untuk mengikut disini,” tutur Menik Wuryani, penyandang disabilitas.

Dengan membatik, para penyandang disabilitas dan kaum milenial diharapkan semakin mencintai batik. Dan di era globalisasi saat ini, budaya membatik tidak boleh luntur, namun harus tetap eksis terjaga dan juga dituntut bisa mengikuti zaman. Sehingga harus ada inovasi berupa mengkombinasikan serta mengkolaborasikan ragam batik di era digitalisasi.

Edit : Mt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.