SAMOSIR – Sektor pariwisata Kabupaten Samosir kembali mencatatkan prestasi. Selama musim libur sekolah 19 Juni – 8 Juli 2026, destinasi wisata yang dikelola Pemkab Samosir sukses menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2.985.479.000.
Data ini disampaikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir. Hingga 12 Juli 2026, total kunjungan wisatawan ke objek wisata di Samosir mencapai 176.395 orang, Rabu 29 Juli 2026.

Efrata, Panorama Tele dan WFC Jadi Penopang Utama PAD
Lima destinasi dengan kunjungan tertinggi adalah : Efrata dengan 18.913 pengunjung dan kontribusi PAD Rp132.391.000. Disusul Pantai Pasir Putih 1 dengan 10.294 pengunjung dan PAD Rp51.470.000, serta Tomok dengan 8.578 pengunjung dan PAD Rp42.890.000.
Dua ikon wisata lainnya menjadi penyumbang PAD terbesar. Panorama Tele dikunjungi 68.131 wisatawan Luar Samosir dengan PAD Rp1.362.620.000, dan 225 wisatawan Samosir dengan PAD Rp2.250.000.
Sementara WFC Pangururan dikunjungi 61.119 wisatawan Luar Samosir dengan PAD Rp1.222.380.000 dan 2.926 wisatawan Samosir dengan PAD Rp29.260.000. Sektor Iklan di WFC Pangururan juga turut menyumbang PAD Rp108.300.000.
Dari data tersebut terlihat jelas bahwa wisatawan dari luar Samosir menjadi kontributor utama dalam menggerakkan ekonomi dan PAD pariwisata di Kabupaten Samosir.
Apresiasi untuk Pelaku Wisata dan Masyarakat
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir Tetty Naibaho menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pelaku wisata dan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pelaku wisata yang telah melayani tamu dengan baik, dan khususnya sambutan hangat dari masyarakat Samosir. Mari kita terus menjaga tren positif ini sebagai ladang rezeki kita bersama dari sektor wisata,” ujarnya.
Tao Toba Jou Jou Festival Kembali Hadir, Targetkan Perputaran Rp3 Miliar
Untuk mempertahankan momentum, Pemkab Samosir bersama BI KPw Sibolga akan kembali menggelar Tao Toba Jou Festival pada 6 s.d 9 Agustus 2026.
Event tahunan ini ditargetkan mampu mendatangkan perputaran uang sebesar Rp2,5 miliar – Rp3 miliar dari penjualan UMKM dan kegiatan Samosir Run.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut para tamu dengan ramah dan senyum. Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan menjual dengan harga yang wajar agar wisatawan nyaman dan ingin kembali lagi ke Samosir,” ajaknya.
Akses WFC Segera Dinormalisasi
Menanggapi terputusnya akses jembatan di WFC Pangururan, Pemkab Samosir telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian PUPR untuk segera melakukan normalisasi.
“Koordinasi sudah dilakukan agar akses wisatawan ke WFC kembali nyaman dan lancar. Ini adalah komitmen kami agar infrastruktur pendukung pariwisata terus diperbaiki,” jelas Pengelola WFC, Rudi Siahaan.
Dengan capaian PAD yang terus meningkat dan kolaborasi bersama BI, Samosir semakin optimis menjadi destinasi wisata unggulan dan berdaya saing di Kawasan Danau Toba.





















































